semangatsemangatsemangatsemangatsemangattt!!!!!!

pertemanan yang indah itu ibarat sapu tangan. menyeka keringat disaat letih, menyeka airmata disaat sedih. mari berteman :)


>>>Wise Words

I.M.U

hahas.. seingat saia-yang punya ingatan parah ini-,, saia belum pernah ngepost lagu deh. ya belum atau sudah pernahnya juga ga penting sih. tapi kali ini cuma mau ganti suasana aja. saia sendiri kadang juga malas membaca yang sudah saia tulis, dan agak muak dengan gaya menulis saia sendiri. saia merasakan perubahan. kemarin pas di kampus saia lagi ngerjain laporan Mekanika Tanah, dan iseng ngebuka belog saia. liat-liat gituu.. dan terjadilah kegiatan yang bikin mood agak berubah, saia membuka postingan bulan-bulan dan tahun-tahun lalu. berbeda. YAK! saia berubah. sulit mendeskripsikan juga menguraikannya dengan kata. tapi saia menyadari adanya-banyak- perubahan.
saia tidak yakin apakah setiap yang bertambah tua menjadi dewasa dan dewasa selalu ditandai dengan berkurangnya keceriaan. hah, saia kurang ceria rasanya. kurang heboh kayak dulu. atau saia menjadi dewasa? apa menjadi dewasa tidak bisa tetap ceria? saia kok serius amat ya akhir-akhir ini?
berat masalah ki???

yaudin lah. saia kali ini ga mau cerita yang banyak. saia aja ga selera membaca tulisan saia sendiri apalagi orang lain kan? oke, ceiktaut!


There are times in my life, When I feel so much love inside, Taking over my mind

Every day every night, I wonder when you come around, Wish I can hold you tight, In my arms forever, will you let me be the one in your heart

And I really miss you so bad, And I really miss you so, And I really miss you so bad, And I really miss you so

Baby, your sweet smile, You’re lovely personality, It takes my breath away

Every day every night, I wonder when you come around, Wish I can hold you tight
In my arms forever, will you let me be the one

And I really miss you so bad, And I really miss you so, And I really miss you so bad, And I really miss you so~~~~~



kenapa lagu ini terpilih sebagai lagu pertama yang menghiasi blog saia? hmm.. ga tau juga sih. cuma dari dulu saia memang punya banyak lagu ten2five, sejak album pertamanya keluar pas saia SMP kelas 2. dan kebanyakan lagunya ya sesuai dengan keinginan saia, pas disetiap tema dengan rhyme dan ritmenya, yang bikin adem dan yang pasti, ngantuk! yeah! saia penyuka lagu ngantuk, yu knooow?

Terselamatkan

bismillah..




dapat dari sini

saia selamaaaat. hahahaha
cuma mau menumbuhkan kembali keinginan untuk menulis. sekalipun entah menulis apa. pokoknya menulis sajalah!

Patil Lehan

Fakta tentang ponakan saia, Fathir.

1. Kepala suku paling cadel serumah. Memimpin saia, bapak, dan abang saia.

2. Gila ngegame. Ah masih juga segede upil udah hobi ngegame. Ini efek dari keseringan ngeliat abang-abang saia ngegame bertiga dan tak kenal lelah untuk urusan ini.
Terakhir dia berhasil mengalahkan rekor main bejeweled abang I-bapaknya si Fathir- dengan bantuan dari abang II, abang III, juga saia-. Rekor siapapun takkan bertahan lama. Yang lain akan bersatu padu untuk mencampakkan nama di urutan satu, apalagi kalau nama abang I. Dia kalo main ga pake berhenti dan hasilnya, yang lain akan berusaha sekuat tenaga bersama-sama menjatuhkan ranknya dan tertawa bersama. Hahaha >:)

3. Suka naik motor. Sukaaaa banget. Sampai-sampai semua orang yang mau pergi pakai motor wajib ngojekin dia dulu. Demi menjaga kesehatan gendang telinga, lebih baik lakukan. Keliling dua gang aja dia udah sumringah luar biasa.

4. Takut naik angkot. Ah gimana sih. Dulu juga emak bapaknya ketemu pertama kali di angkot*ngasal aja sih :D*. Masa anaknya kalo naik angkot langsung terdiam tegang pucat tak bergerak?! Ah masa naik angkot aja takut. Gimana naik angkutan kota kalo begitu?? Setelah ditanya, ternyata dia takut dengan bunyi musik antah berantah yang keluar dari speaker sebesar gaban di ujung angkot. Angkot di kota saia begitu. Entah kalau di kota Anda.
Fakta keempat ini baru saja terungkap. Ah anakku.. Akhirnya kau merasakan sedikit banyak efek yang aku rasakan kalau bepergian denganmu. Dengan dia yang brutal manjat dan lompat sana sini, dan hobi nyanyi sambil teriak. Cempreng abis. Cempreng gila. Semua orang akan bahagia dan menikmati perjalanan saat dia tertidur.
Tidurlah nak.. Udah malam, ikan bobo. Lho?! Ikannya kok ga melem?

Mereka yang Hidup dan Lahir di Jalan

Renyai di sore hari, hawa hujan masih terasa. Aku berhenti saat lampu merah menyala. Dan kulihat satu-satu orang yang memanfaatkan momen ini untuk menyeberang. Berbagai macam jenis orang dengan setelan berbeda, ekspresi berbeda, kuikuti dengan dua mataku. Pengamen yang bernyanyi sumbang dengan kecrekannya berdiri di samping kaca mobil tak jauh dariku. Anak-anak, tapi menyanyikan lagu percintaan orang dewasa. Tak pantas saja kedengarannya.

Satu orang lagi melintas. Biasa saja, tidak menor tapi agak mencolok. Memikul dua kotak yang berada di kedua ujung kayu yang dihubungkan dengan kayu melengkung di pundaknya. Tukang sol sepatu. Aku ikuti sosoknya sampai tak terlihat. Banyak yang terpikir olehku. Sejak jam berapa ia menjajakan jasanya setiap hari? Berapa penghasilannya? Sebandingkah dengan langkahnya menghitung ruas jalan sampai entah kapan akan dipanggil orang? Berapa cepat sepatunya sendiri habis bergesekan dengan aspal dan bebatuan kering? Di zaman seperti ini, masih ada tukang sol sepatu saudaraku. Disaat orang sudah dengan gampang menyemir sepatunya sendiri. Membiarkan sepatu yang cacat sedikit terpuruk di rak sepatu untuk dimuseumkan saat nanti-nanti teringat.

Aku sedih melihatnya. Adakah istrinya? Anaknya? Tentu mereka menantikan kepulangannya setiap hari kan? Dengan harap tentunya. Ahh… kenapa tidak bekerja yang lain saja? Pikirku. Tapi kerja apa? Semua orang butuh pekerjaan, dan peluang dipekerjakan dengan selayaknya manusia bukanlah perihal gampang. Menciptakan pekerjaan sendiri juga tidak mudah. Karena memang tidak ada yang gampang di dunia ini selagi kita memiliki keinginan positif untuk lebih baik.

Bukannya pekerjaan menjadi tukang sol sepatu itu adalah pekerjaan rendahan. Bukan begitu. Justru penghasilan yang datang dari cara yang tidak baik lah yang rendah. Tapi aku cuma merasa seharusnya ia punya sedikit saja kreatifitas dan berinovasi atau mungkin pindah jalur profesi. Karena orang yang menang itu adalah orang yang responsif dengan perubahan, dan memanfaatkan peluang. Itu cuma teori anak muda! Karena kau masih hidup senang dengan pemenuhan yang diberikan orang tuamu! Mungkin itulah jawaban untuk teori sotoi itu. Yah.. kembali lagi ke yang tadi itu. Memang tidak gampang. Tapi bukan berarti tidak bisa kan? Aku bercerita begini bukan berarti bergelimang harta dan hidup berfoya-foya sehingga bisa melemparkan segepok uang ke orang-orang yang kuinginkan. Hidupku biasa saja, dan aku bahagia menjadi orang yang bersyukur. Kuliahku yang mahal itu saja dibayar pakai uang beasiswa. Banyak, sangat banyak yang wajib kusyukuri

Aku cuma terkenang dengan cerita kakakku.


Untuk berfoto dengan orang ini, kita harus merogoh kocek antara dua sampai enam Euro. Sama dengan harga makan nasi pakai tumis kangkung dan bisa dua kali makan burger atau fastfood sejenisnya. Kalau di Indonesia, dua kali berfoto dengan orang ini, aku sudah bisa beli kalkulator scientific baru. Bisa makan burger sepuluh atau mungkin 12 kali. Sekali foto. Sehari bisa berpuluh sampai beratus orang yang mau berpoto bersama. Dan apresiasi publik terhadap profesi ini sangat baik. mereka dihargai tanpa dipandang rendah sedikitpun. Mereka adalah seniman. Sama saja dengan menonton pertunjukan. Dan bernostalgialah sedikit dengan serial laskar pelangi Anda. Saat berkeliling Eropa bisa dilakukan hanya dengan menjadi seniman jalanan.

Lalu seniman jalanan kita? Berpenampilan segini wah namanya selebritis kalau di kita. Ya, standar kita memang berbeda dengan mereka. Hmm… Kreasi dan inovasi.

Waktu cepat berlalu

Dan… ya, banyak yang datang dan tinggal, juga pergi dan hilang. Waktu cepat berlalu, banyak sakit dan luka, juga obat dan suka. Banyak juga yang suram namun beribu pelita tak mau padam---karena listrik PLN enggan menyala. Hahaha...---
Cukup. Prolog cukup segini saja. Ingat inti postingan kali ini, jangan melenceng kemana-mana.

Tak terasa saja sudah dua tahun-lebih 9 hari- blog ini mendampingi suka duka saia. Walaupun saia lebih lancar menulis luka dan penat, dan sering lupa saat bahagia. Dan yah.. begitulah faktanya... saia lebih lancar menulis saat kondisi labil. Tapi sulit mengungkapkan kebahagiaan dengan kata. Entah derita yang baca*PD ada yang mau susah-susah baca* atau derita saia. lagi-lagi saia ingin mengingat awal mula terciptanya blog ini. Tersebutlah seorang manusia baik hati yang sepertinya telah sampai pada titik kejenuhan akan cerita-cerita saia. Dia adalah senior saia di SMA dulu, yang telah penat dengan cerita tak penting saia, sehingga menyarankan saia untuk bercerita dengan benda yang takkan complain, takkan marah, selalu ada, menerima saja makian dan pembodohan yang sayangnya menyenangkan bagi diri saia, egoisnya. Hahahaha…

Postingan pertama saia, sangat bersemangat. Khas anak SMA. Tapi semangat tak cuma milik anak SMA. Yah.. kalau dirunut ke belakang, saia hampir telah melupakan mimpi-mimpi besar saia dulu. Saia tidak sempat membuat listnya, sehingga mungkin ada mimpi-mimpi besar yang terlepas dari memori. Terlalu sibuk. Entah disibukkan oleh apa. Saia kuliah dan orang lain juga kuliah. Jadi tak perlu mengeluhkan kesibukan kuliah yang kalau libur dua minggu saja rindunya bukan main.

Kalau di tahun lalu saia menulis peraturan-peraturan dalam rangka memperbaiki blog seorang anak SMA yang sudah tidak lagi berseragam putih abu-abu, kali ini saia tidak akan membuat peraturan apapun. Dan saia pun akan membatalkan segala peraturan-peraturan yang sudah saia tuliskan dulu. Itu hanya menghambat kreatifitas. Kalo kata rinso, ga kotor ga belajar. Kalo kata saia, tak ngeblog hati tak senang*ga nyambung*.

Blog ini sedikit-banyak- sangat membantu saia meluapkan apa yang menjangkiti hari dan hati. Untungnya-atau mungkin sayangnya?- saia tidak punya cerita cinta yang spektakuler yang bisa membuat orang yang membaca menjadi muntah, menangis, dan jijik-tiga efek yang sepertinya semuanya terdengar buruk. Haha..-

Saia akan menulis sesuka hati, tak peduli penting atau tidak. Toh ini blog saia. Kalo anda tidak suka tinggal klik tanda x di sudut kanan atas, silahkan..

Saia masih berkeinginan mengganti layout blog ini, walaupun entah kapan. Tapi yang jelas saia masih sangat nyaman dengan layout ini, saat ini dan mungkin juga bulan-bulan atau tahun-tahun depan. Karena saia sangat tidak sempat mengurusi kesalahan code html yang sangat menyebalkan.

Saia masih akan terus menulis. Walaupun saia lebih lancar menulis cerita bodoh, tak penting, narsis, dan tidak jelas. Kata kakak saia, teruslah berkarya. Walaupun entah seperti apa spesifikasi benda yang dapat dikategorikan sebagai karya. Tapi saia akan terus menulis. Dan berjanji takkan pernah menghapus blog ini. biarlah ini menjadi jejak-jejak yang akan saia telusuri lagi nanti, memutar memori sambil senyum. Selesai.

bubun

Hari Sabtu kemarin saia pulang kampung ke rumah emak. Berkumpul bersama seluruh anggota keluarga, lengkap. Ini yang membuat weekend menjadi penting di rumah saia. Kalo ada yang ngajak jalan-jalan ke mall atau kemana gitu, weiss sori ye.. ini hari keluarga.

Hari Minggu. Bangun tidur ku terus sarapan.. hahahaha.. abis dibangunin emak Solat Subuh saia tidur lagi, abis solat maksudnya. Semalam saia tidur larut setelah terdepak mesbuk jam sebelas karena abang mau main poker. Dan saia menggantikan posisinya main PS sama abang satu lagi. Abang satunya lagi masih tetap dengan gamenya. Entah apa namanya. Dulu-dulu saia pernah nanya nama gamenya apa. Empire, gitu kalo ga salah. Itu loh, bangun kota, mendirikan pasukan, membuat tembok pembatas kota, dan berujung dibakar oleh musuh. Atau entah game apa lagi itu, yang berlayar-berlayar ga jelas gitu. Sedikitpun saia ga minat.

Biasanya saia kalo main PS sama abang, cuma tahan 15 menit pertama aja. Soalnya abang selalu bosan karena saia kalah mulu. Dan saia tidak hobi main Winning sepertinya. Saia cuma hobi main dodol-dodolan semacam spongebob, mickey mouse, atau one piece. Saia ga tau nama gamenya apa. Tapi di discnya gambarnya itu. Hahaha.. jadi kami pun memilih main one piece. Saia tetap dengan jagoan saia sepanjang masa, Nami. Permainan malam ini menjadi lama karena abang saia kalah dan tidak membolehkan saia berhenti main sebelum dia menang. Ah maksa.. yaudin, saia ladeni keinginannya, soalnya saia juga jarang-jarang bisa menang darinya.. hahahay!

Okai, kembali ke cerita Minggu. Abis sarapan saia langsung ke depan. Gabung sama para pria di rumah yang sedang ngobrol politik, ekonomi, pendidikan dan juga lari ke cerita anak si Anu udah melahirkan. Saia nimbrung sedikit-sedikit sambil baca koran.

“kiiii… ”
“ye buuuun..”
“tolong cuci piring naaak”
“kejap buuun…” buat yang ga tau, kejap artinya sebentar.

Saia masih baca koran sambil minum susu berpuluh-puluh menit setelahnya. Jiaaah! Anak perempuan tak beradab! Hahaha…

“kiiiii..”
“ye buuuun…”
“tolong cuci piring yaaang…”
“okai buuun” saia langsung ke dapur. Sehari ini saia memang belum ada singgah-singgah ke dapur kecuali buat ngambil sarapan. Haha..

Dapur, nyuci piring. Emak saia lagi masak kue, ya anggap aja begitu. Yang saia liat ada tepung, coklat, gula dan teman-temannya. Dialog ibu dan anak.
“penat rasenye badan ni. Sejak pagi kerje tak ade yang nolong. Tiap hari macam ni. Dulu kalau ade Kiki di rumah kan ade yang nolong siket-siket” aihh.. sedih hati.. hiks..
“ini ki tolong ^^”
“badan penat tapi malam tak pule bise istirahat. Sinetron banyak nak ditonton” ketawa.
“jiahahaha! Itu tau sendiri”
“itu pule penyenang hati, nak” ketawa. Ketawa bersama. Itulah kenapa di rumah tidak ada yang akan mengganggu kalau emak udah nonton tipi.

Semua udah saranin buat manggil orang buat bantu-bantu di rumah, emak ga setuju. Orang buat bantu nyuci nyetrika, emak juga ga setuju. Susah emang, emak saia ini tipikal tidak bisa melepaskan pekerjaan ke orang lain. Ga percaya. Karena tidak ada yang bisa melakukannya lebih baik darinya. Begitu yang saia nilai. Yah.. sedikit banyak, sangat menurun ke saia.

Selesai. Selanjutnya rencana tentang anak-anak saia nanti, Amiiin.. insya Allah..
Saia suka sebel sama abang-abang saia yang sedikitpun ga bisa ngerjain kerjaan rumah. Termasuk Bapak saia Laksmana Panglima. Nyuci piring sebiji aja ga bakalan deh. Itu kerja wanita.

Anak saia nanti, laki-laki ataupun perempuan, wajib bisa kerja rumah! Wajib bisa nyuci sendiri. Masak sendiri. Kalo perlu ntar disekolahin jauh-jauh semua, biar bisa mandiri. Eh, tapi wajib juga pulang sekali seminggu. Jahahahahaha =))

akhirnya ngekos juga..

hari ini Senin, dan saia tidak telat kuliah kalkulus tadi. karena apa?? saia sudah ngekos. huwahahaha... biasanya jarak yang harus ditempuh 15 km, sekarang udah sisa lima km aja. lumayaaan... alhamdulillah deh :)

kemarin pas mau pindahan, saia diceramahin sama si abang. padahal dia kan semestinya berbahagia donk dengan kepindahan saia dari rumah. dia bisa bebas main poker, main winning, empire, tanpa ada yang ganggu. saia udah ga punya internet dan ga punya komputer lagi sekarang. hah, apa-apaan ini.

sedikit cekceok menyebalkan berujung ke penundaan rencana pindahan pas sore. koper saia kebanyakan katanya. kayak mau pindah beneran. jadilah saia pindahan ba'da maghrib, dengan satu koper sajaaa...
isinya buku, dan secuil pakaian. karena apa??? karena abang saia nyuruh saia pulang sekali dua hari. jiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.. ini ngekos apa ngekos?????
daripada ga jadi pindahan, saia setuju untuk pulang besok, Selasa. sambutlah kepulanganku..

gud bai bandung palembang harapan raya tengkerang selatan bukit rayaaa....
welcome cipta karya indah panam city....

tempat bercerita melepas hati sepuas-puasnya

ShoutMix chat widget

Yang Ngikut Cerita Saia

Titik Teman - Teman