pengalman berpisah dengan orang-orang terdekat menginspirasikan tips ini.
bagaimana agar tidak menangis:
- jangan berdialog.
- Jangan peluk. Karena air mata bersumber dari pelukan
- Jangan nangis bersama.
-Cepat pergi dari TKP
Tapi,,,
- rasakan sendiri tangisan panjang di rumah.
- kata-kata yang berseliweran di kepala, di hati. Yang disesalkan untuk tak sempat terucap.
Aku menyadari sesuatu. Aku terlalu setia. Walau dengan cara memaksa diri untuk tidak mencitnta lebih jauh. Tapi aku tak sanggup berpisah. Aku tak sanggup menghentikan air mata saat melepas kepergian. Saat memalsukan senyum karena airmata memaksa keluar ketika waktunya pergi benar-benar akan terjadi. Saat aku menangis sendiri.
jadi, kalau kalian tidak ingin menanggung tangisan sendirian, peluklah lama2. habiskan waktu selama mungkin. menangis bersama juga boleh.
akan lebih lega.
percayalah...
Huuuuuuuuhhhh... mereka pergi. Satu per satu. Bagian terbaik hidupku.
Tapi aku ingat sebaris puisi Made di surat terakhirnya.
” persahabatan tak pernah punya akhir ”
Yayayaya... semoga saja.
Buat Ai.,, lap yu tu..
Buat semua,, lapppp yuuuuuuuuu.......
Masa berjumpa akan tiba.
Tata cara menghindari tangisan saat perpisahan
Diposkan oleh
kiki ali
at
Jumat, 2008 Juni 27
Label: dari hati
6 komentar:
duh.. jadi inget perpisahan SMA dulu hahaha
Hayo... tipsnya bisa ndak di aplikasikan pada saat berpisah? ;)
@ dhie: bisa2.
dijamin.
pas perpisahan sama joanne kemarin aja aman2 wae.
soalnya pagi-pagi udah terbang ke rumahny.
ritual para wanita:
nangis2,
peluk2,
ngomong2 ga jelas dalam tangisan,
cium2,
@ ilhamsaibi: walau indah sekalipun, tetap saja hidup kita harus bergulir. tak perlu kembali ke masa-masa itu.
* masih sedih padahal...
Weks, jadi ingat sama seseorang hiks...
@ simbah: hehe,,
ya itu. kehidupan kita ada fase-fasenya.
jadi kita mesti lepasin fase yang satu buat sampai ke fase yang lain.
semoga keikhlasan kita berbuah indah
*sok bijak!
Poskan Komentar