Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2009

Sedikit luka ditambah lara sesuai selera, selamat mencoba!

Persis hari ini udah tiga hari saia ga masuk kuliah. Bukan untuk merealisasikan keinginan membolos saia yang sudah membuncah sejak SMA dulu. Bukan! (menggeleng kuat ) Tapi karena saia memang ga bisa kuliah. Hari itu... senin, bubar kuliah, jalan raya gerbang belakang kampus. Saia dibonceng sama mak ( namanya rahmi, tapi kita2 manggil dia mak ) pake motornya. Entah kenapa, saia tiba-tiba pengen dibonceng aja. Jadi motor saia udah saia titipkan sebelumnya di rumah makan sebelah gerbang belakang kampus itu. Kita mau nyari tugas rencananya. Kita lagi jalan di lajur kanan, sebelah kanan, dekat banget dari median jalan. Si mak ngidupin lampu isyarat belok kanan, karena kita memang mau jalan di paling kanan. Biar orang lain ga lewat di sebelah kanan kita. Ga jauh di depan ada belokan. Lagi asoi geboi tapi pelan, tiba-tiba dunia gelap. Wahahaha... Ini bukan mati lampu cuy! Saia berasa terbang. Badan guling-guling di aspalt. Ya ALLAH, rasanya inggggiiiin sekali menghentikan putaran guling-gulin...

mau apdet tapi nyeleneh

Udah lama ga apdet blog tercinta ini. Udah banyak cerita yang numpuk, tapi ga tau kenapa, malas aja buat nulis. Hehe.. Mulai dari betapa capeknya hari ini tiga kali bolak balik kampus-kota ( yang biasanya cuma satu kali ), sebenernya capeknya ruarrrr biasa, tapi malas mengeluh terlalu banyak. trus betapa njelimetnya punya kakak perempuan yang satu itu, ikhlas ki... trus mekanika fluida-hidrolika- yang ruar biasa membuatku sedikit serius belajar di semester ini setelah sekian lama belajar santai*hahaha*, trus tentang pengangkatan sepihak menjadi bendahara RT oleh pak RT baru*huwaaaaaahh... ga salah pak? Saya baru lulus SMA loh..*, trus tentang keinginan untuk buat blog baru yang lebih berguna tapi belum terealisasi sampai sekarang, trus cerita berakhirnya rencana liburanku*again* hari minggu barusan*ya iyalaaah, kuliah gitu loh..* trus tentang luka-luka yang terjadi akibat jadi tukang dadakan*buktikan sipilmu, gitu kata kakakku*, jiaaahh,, ngapain aku susah-susah kuliah kalo ujung-ujung...

betapa indonesia tidak melayu

Betapa Indonesia Tidak Melayu Yah, ini cerita lama. Tapi terkuak kembali dari ingatanku. Tentang betapa suku Melayu terpinggirkan di negeri ini, entah itu hanya perasaanku saja... Waktu aku sedang belanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, aku dikirain turis mancanegara cuma karena aku ngomong pakai Bahasa Melayu. Tidak dengan penjualnya, tapi dengan abangku sendiri, yang jelas si penjual mendengarnya. Ya iyalah, sejak lahir aku lebih dulu kenal Bahasa Melayu daripada Bahasa Indonesia atau bahasa lainnya. Hari-hariku di rumah dipenuhi dengan hiruk pikuk bahasa itu. Dan tidak mungkin saja rasanya kalau aku tiba-tiba ngomong pake Bahasa Indonesia yang baik dan benar sama abangku. Mungkin sih, tapi helooooo... 18 tahun hidupku sudah terlanjur tidak menggunakan Bahasa Indonesia di rumah, dengan anggota keluargaku. ”dari mana mbak?” kata si penjual. ”pulau seberang” ”oooohhh,,, pantes, bahasanya beda..” Heh??? Wedew, maksud lo??? Pulau seberang yang kumaksud adalah Sumatera. Yayay...