Jangan Bosan Dengan Lampu Merah :D
Cuaca begini namanya bersahabat. Matahari bersinar sekedar, dan hujan pun tidak. Angin sepoi-sepoi jadi AC pun tak difungsikan. Sore yang tenang di jalanan yang sepi dengan pengemudi yang tak mahir. Kakak saia. Kalau di jalanan ramai cuaca begini pun hati terasa gerah memprediksi kejadian-kejadian bodoh yang akan membuat malu. Saia duduk di kursi sebelahnya sambil mengunyah. Kami baru saja singgah ke toko roti. Bukan tujuan utama, tapi mumpung lewat, ya nasib kantong kakak saia terkeruk untuk menyalurkan nasib kelaparan dan pemenuhan selera saia. Haha.. ada roti keju enam potong. Sudah saia habiskan satu. Dan ini roti yang kedua. Setting lampu merah kali ini berada di jalan samping Mesjid Agung Annur, di Pekanbaru saia. Artinya, saia tidak tahu nama jalannya. Dengan asumsi bahwa jalan hangtuah adalah sisi samping satunya lagi. Karena saia tak tahu mesjid ini depannya yang mana. Hahahaha.. parah. Simpang empat, tapi jalan yang aktif cuma tiga, dan jalan yang kami berhenti di lampu merah...