Jangan Bosan Dengan Lampu Merah :D

Cuaca begini namanya bersahabat. Matahari bersinar sekedar, dan hujan pun tidak. Angin sepoi-sepoi jadi AC pun tak difungsikan. Sore yang tenang di jalanan yang sepi dengan pengemudi yang tak mahir. Kakak saia. Kalau di jalanan ramai cuaca begini pun hati terasa gerah memprediksi kejadian-kejadian bodoh yang akan membuat malu.

Saia duduk di kursi sebelahnya sambil mengunyah. Kami baru saja singgah ke toko roti. Bukan tujuan utama, tapi mumpung lewat, ya nasib kantong kakak saia terkeruk untuk menyalurkan nasib kelaparan dan pemenuhan selera saia. Haha.. ada roti keju enam potong. Sudah saia habiskan satu. Dan ini roti yang kedua.

Setting lampu merah kali ini berada di jalan samping Mesjid Agung Annur, di Pekanbaru saia. Artinya, saia tidak tahu nama jalannya. Dengan asumsi bahwa jalan hangtuah adalah sisi samping satunya lagi. Karena saia tak tahu mesjid ini depannya yang mana. Hahahaha.. parah.

Simpang empat, tapi jalan yang aktif cuma tiga, dan jalan yang kami berhenti di lampu merahnya ini jalan yang tergolong tidak aktif dengan membandingkan volume kandaraan yang lewat. Jadi ya kami santai saja berada di lampu merah ini tanpa kendaraan lainnya di belakang kami. Ada beberapa motor di sebelah.

Datanglah seorang anak yang bawa kecrekan. Nyanyi lagu band apaa gitu. Dan kakak saia minta ganti lagu. Request lagu anak-anak. Tapi si bocah ini ga mau nyanyi lagu anak-anak. Ga bisa katanya. Well, sedikit deskripsi tentang bocah gendeng ini. Tampang cengengesan tidak menyenangkan. Bukan cengengesan malu-malu. Terlihat menyebalkan sajalah pokoknya. Nyanyinya cuma seuprit, langsung minta duit. Sambil cengengesan nyebelin. Dan lihatlah pahlawan pembela keadilan di negeri ini, kakak saia, dengan kerelaan yang mendalam memberikan sepotong roti keju saia. Saia juga ikhlas kok. Saia tau, walau saia pun tidak bisa sering-sering beli roti enak sesuka hati, dia pun tentu akan lebih memilih prioritas lain daripada sekedar beli roti keju. Jadi saia bisa baca pikiran kakak saia untuk tidak memberi uang.

Nah, bocah ini pun dengan cengengesan mengambil agak tidak sopan roti keju saia dari tangan kakak saia. Langsung memasukkan paksa roti keju saia ke mulutnya dengan dua kali gigitan besar-besar, yang saia habiskan dengan enam kali gigitan. Waw! Roti keju saia lesap sekejap mata. Mulutnya penuh dengan roti. Berbicara tidak jelas meminta uang karena mulutnya penuh itu, dengan tangan kembali diulurkan meminta uang. Tidak lupa, cengengesan! Wew! Saia langsung illfeel. Cengengesannya.

Daaaan.. lampu hijau menyala! Pedal gas dipijak. Mobil berjalan pelan. Dan budak kecik degil itu bergelantungan di kaca mobil! Seakan-akan sedang syuting adegan terbang ngikut mobil bergerak beberapa meter. Cengengesan! Iiiiiiiiiiiihhhhhhhh!!!!! Turun lah oi! Kalo jatuh tar gimanaaa????

Efek lampu merah yang beda di tiap kota.

Komentar

cerita bertuah mengatakan…
ia sering tuh,,pas lagi panas capek nunggu lamp merah,,,mau dilanggar tu namanya orang nggak berpendidikan..heheh salam kenal ya
Mohon maaf..

Mbak, mohon update link saya, sekalian sama deskripsinya ya.. link Mbak saya pindahkan ke http://riaudailyphoto.blogspot.com/.

Terima kasih..

Postingan populer dari blog ini

Bukankah Kita Bersaudara?

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Jamuan Tamu