Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2009

Cerita Kesekian Tentang Lampu Merah

Ini murni cerita tentang pengalaman saia saja. Saia luangkan waktu di sela-sela mengerjakan laporan Hidrolika. Karena laporan Mekanika Tanah saia sudah resmi Alhamdulillah diberikan Allah kemudahan untuk menyelesaikannya sekalipun dengan sekian juta sakit hati dan caci maki dalam hati. Sehingga apa? Insya Allah laporan itu membuat saia bias ikut UAS semester ini dan dengan begitu saia punya kesempatan lebih besar untuk bisa ambil kelas MekTan II dan semoga bisa lanjut ke Pondasi dan subject-subject lain yang terkait nanti, kalau saia masih hidup dan bertahan di teknik sipil ini. Oke, prolog melenceng. Meleset. Tadi rencananya tidak ingin menyangkut sedikitpun tentang perkuliahan saia. Tapi apalah daya. Terimalah takdir anda telah sampai kesini, dan mungkin mood anda berubah jadi rusak setelah singgah plus baca. Kasian ya? Hahaha… maapin saia. Dan segala kalimat-kalimat tak senonoh saia. Saia memaksakan diri untuk menutup tahun ini dengan sedikit cerita karena arsip tahun ini sedikit se...

bukan cumi asam manis

Sekarang saia sudah 19 tahun. Maksudnya, beberapa bulan lalu saia genap berusia 19 tahun. Wew, padahal bayang-bayang masa-masa TPA, SD, SMP, SMA dekat saja rasanya. Seperti kemarin. Dan masa-masa sulit di akhir-akhir SMA menuju kuliah juga tinggal kenangan. Padahal saat itu rasanya berat sekali menghadapi kehidupan. Ya, manusia jelas diberi ujian sesuai dengan kemampuannya. Dan ternyata semua terlewati sudah. Walaupun tidak semua berjalan sesuai dengan keinginan, tapi yang jelas hidup tetap berjalan. Dan masa-masa itu sudah lewat. Tamat. Masalah dan masa-masa suram dulu itu ya tinggallah menjadi masa lalu. Sekarang saia sudah lupa seperti apa rasa kalut, cemas, depresi, stress yang dulu sempat saia rasakan. Karena jelas kadar rasa itu berbeda sekarang, naik tingkat. Dan karena yang dulu-dulu itu sudah lewat, ya rasanya itu belum ada apa-apanya. Dan yang dihadapi sekarang inilah yang ada apa-apanya. Dan ini adalah siklus. Tak bisa berhenti. Di masa mendatang saia akan merasakan bahwa y...