bukan cumi asam manis
Sekarang saia sudah 19 tahun. Maksudnya, beberapa bulan lalu saia genap berusia 19 tahun. Wew, padahal bayang-bayang masa-masa TPA, SD, SMP, SMA dekat saja rasanya. Seperti kemarin. Dan masa-masa sulit di akhir-akhir SMA menuju kuliah juga tinggal kenangan. Padahal saat itu rasanya berat sekali menghadapi kehidupan. Ya, manusia jelas diberi ujian sesuai dengan kemampuannya. Dan ternyata semua terlewati sudah. Walaupun tidak semua berjalan sesuai dengan keinginan, tapi yang jelas hidup tetap berjalan. Dan masa-masa itu sudah lewat. Tamat. Masalah dan masa-masa suram dulu itu ya tinggallah menjadi masa lalu. Sekarang saia sudah lupa seperti apa rasa kalut, cemas, depresi, stress yang dulu sempat saia rasakan. Karena jelas kadar rasa itu berbeda sekarang, naik tingkat. Dan karena yang dulu-dulu itu sudah lewat, ya rasanya itu belum ada apa-apanya. Dan yang dihadapi sekarang inilah yang ada apa-apanya. Dan ini adalah siklus. Tak bisa berhenti. Di masa mendatang saia akan merasakan bahwa yang saia rasakan sekarang ini belum ada apa-apanya, karena yang saia rasakan pada saat masa mendatang itulah yang menjadi apa-apanya. Ribet deh bahasanya. Paragrap yang tidak efisien. Hahaha...
Karena ada yang bilang, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Eh bukan ding ! bukan ini maksud saia. Haha..
Kata orang, semakin tinggi pohon semakin banyak anginnya.
Dan ada juga yang bilang, hari ini adalah hari esok yang engkau khawatirkan kemarin.
Nah, korelasikan saja lah sendiri.
Nggg... kalau versi saia, jelas semakin hari semakin banyak masalah baru yang bermunculan. Dan masalah tidak akan pernah habis kecuali kehidupan terhenti, dihentikan, mati. Dan jelas hari esok akan menyambut kita dengan pelukan hangat yang tentunya akan meninggalkan masalah baru.
“hai kikiiiiii, apa kabar hari ini?” kata hari ini yang adalah hari esok saat kemarin.
“nih masalah baru buatmu! Ini pemberian, gak boleh ditolak. Ambillah dengan suka cita!”
Hari ini Selasa, dan artinya Senin sudah lewat. Hari-hari sebelum Senin juga sudah lewat. Pekan lalu, bulan lalu, tahun lalu, dan lalu-lalu lainnya juga sudah lewat. Dan tentu saja pada masa-masa lalu-lalu itu saia tidak pernah membayangkan seperti apa hari ini akan saia jalani. Sudah banyak kekhawatiran untuk bangun pagi menghadapi hari esok pada masa yang lalu-lalu itu, dan toh waktu berputar. Meninggalkan yang telah terkhawatirkan.
Kalau bisa dikatakan ekstrim, satu-satunya alasan Tuhan menciptakan kehidupan untuk manusia adalah masalah. Karena untuk mendewasakan diri, manusia memang harus diberi masalah dulu. Nah, karena tidak ada suatu penciptaan yang dilakukan Allah di dunia ini sia-sia, maka artinya tidak ada juga masalah yang tidak dapat diselesaikan.
Menyelesaikan masalah caranya ya dengan belajar dari masalah yang sudah sudah.
Karena hidup merupakan proses belajar yang tidak berhenti, ternyata.
Ayo kiki saiang, berbahagialah diberi masalah. Karena masalah diberi hanya pada orang-orang yang terpilih. Satu alasan yang pasti, karena dia dinilai mampu melewatinya. Dan bisa jadi orang lain tidak, kan???
Karena Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi kesanggupannya.
Allah tau kamu bisa!
Wew, curhat ni ceritanya. Panjang. hehe
juga telah saia publish di note facebook.
Karena ada yang bilang, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Eh bukan ding ! bukan ini maksud saia. Haha..
Kata orang, semakin tinggi pohon semakin banyak anginnya.
Dan ada juga yang bilang, hari ini adalah hari esok yang engkau khawatirkan kemarin.
Nah, korelasikan saja lah sendiri.
Nggg... kalau versi saia, jelas semakin hari semakin banyak masalah baru yang bermunculan. Dan masalah tidak akan pernah habis kecuali kehidupan terhenti, dihentikan, mati. Dan jelas hari esok akan menyambut kita dengan pelukan hangat yang tentunya akan meninggalkan masalah baru.
“hai kikiiiiii, apa kabar hari ini?” kata hari ini yang adalah hari esok saat kemarin.
“nih masalah baru buatmu! Ini pemberian, gak boleh ditolak. Ambillah dengan suka cita!”
Hari ini Selasa, dan artinya Senin sudah lewat. Hari-hari sebelum Senin juga sudah lewat. Pekan lalu, bulan lalu, tahun lalu, dan lalu-lalu lainnya juga sudah lewat. Dan tentu saja pada masa-masa lalu-lalu itu saia tidak pernah membayangkan seperti apa hari ini akan saia jalani. Sudah banyak kekhawatiran untuk bangun pagi menghadapi hari esok pada masa yang lalu-lalu itu, dan toh waktu berputar. Meninggalkan yang telah terkhawatirkan.
Kalau bisa dikatakan ekstrim, satu-satunya alasan Tuhan menciptakan kehidupan untuk manusia adalah masalah. Karena untuk mendewasakan diri, manusia memang harus diberi masalah dulu. Nah, karena tidak ada suatu penciptaan yang dilakukan Allah di dunia ini sia-sia, maka artinya tidak ada juga masalah yang tidak dapat diselesaikan.
Menyelesaikan masalah caranya ya dengan belajar dari masalah yang sudah sudah.
Karena hidup merupakan proses belajar yang tidak berhenti, ternyata.
Ayo kiki saiang, berbahagialah diberi masalah. Karena masalah diberi hanya pada orang-orang yang terpilih. Satu alasan yang pasti, karena dia dinilai mampu melewatinya. Dan bisa jadi orang lain tidak, kan???
Karena Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi kesanggupannya.
Allah tau kamu bisa!
Wew, curhat ni ceritanya. Panjang. hehe
juga telah saia publish di note facebook.
Komentar
"only the test of fire makes fine steel".
kita bisa! bisa bisa bisa!!! :D