Merdeka dan Setrika
Merdeka!!!!
Aku udah janjian sama Ayu buat ketemu di mesjid agung an-nur habis solat ashar. nah, kemarin itu, aku liqo’ di YPPI, si Ayu liqo’ di mesjid agung An-Nur. Jadi kami janjian ketemuan di depan escalator luar an-nur aja supaya gampang nemunya.
Nah, pas pulang liqo’ di YPPI aku sms ayu dengan batre hape terakhir sebelum mati buat nyuruh dia tungguin aku di depan escalator. Dan aku berangkat ke an-nur dengan hape mati.
And guess what?
Aku nungguin ayu sampai berjamur, ayu ga datang-datang.
Bagus. Great!
Aku benci nunggu!
Dengan tampang menyedihkan, aku berniat mau pinjam hape orang, tapi siapa yang mau pinjamin hapenya. Ntar aku malah dilaporin ke satpam lagi.
Dengan menghilangkan semua prasangka buruk terhadap orang lain, dan bermodal tampang jujur*ehem-ehem*, akhirnya aku minjam batre hape bapak-bapak di dekat tempat nitipin sepatu. Dan si bapak mau! Horaiy! Thanks pak!
Hoho,, sebentar lagi penantianku akan berakhir. Aku nelpon Ayu pake hapeku dengan bantuan batre hape dari bapak yang baik.
Dan aku pulang dengan menyedihkan setelah mendengar jawaban Ayu,
“ aku udah pulang, ki. Tadi aku udah coba telpon tapi diluar jangkauan”
Aku sih ga masalah ga bisa ketemu Ayu. Toh besok bakal ketemu pas upacara 17an di kampus baru kami. Hoho..
Tapi, bolak balik di Pekanbaru yang panasnya na’udzubillah ini yang bikin aku agak jengkel. Aaarrrrrgggggghhhhh…..
Malamnya, aku nonton semifinal bulutangkis olimpiade sambil makan gery chocolatos yang mamamia lezatoz karena udah beku kutaruh di freezer. Aku cuma berani makan satu biji saja karena dilarang habis-habisan sama emakku. Satu! Ya, aku memang rentan dengan yang dingin-dingin. Paling tahan cuma minum juice atau es krim.
Paginya, alarmku bunyi jauh lebih cepat. Aku kan mau upacara 17an di kampus. Hoho..
But,,, but.. but..
tenggorokanku sakit!
Amandel!
Huwaaaaa……. Tidaaaaaaaaakkkk….
Sejauh ini sudah dua belas kali 17 agustus aku ikuti.
Dan tahun ini mesti aku ikuti di rumah. Dengan setrikaan dan segunung pakaian orang serumah. Sambil nonton siaran langsung 17 agustus dari istana negara. Hiks..
Tanpa mengurangi rasa nasionalisme, aku nyetrika dengan baik. Menjadi anak yang baik berarti menjadi warga negara yang baik juga kurasa.
Aku udah janjian sama Ayu buat ketemu di mesjid agung an-nur habis solat ashar. nah, kemarin itu, aku liqo’ di YPPI, si Ayu liqo’ di mesjid agung An-Nur. Jadi kami janjian ketemuan di depan escalator luar an-nur aja supaya gampang nemunya.
Nah, pas pulang liqo’ di YPPI aku sms ayu dengan batre hape terakhir sebelum mati buat nyuruh dia tungguin aku di depan escalator. Dan aku berangkat ke an-nur dengan hape mati.
And guess what?
Aku nungguin ayu sampai berjamur, ayu ga datang-datang.
Bagus. Great!
Aku benci nunggu!
Dengan tampang menyedihkan, aku berniat mau pinjam hape orang, tapi siapa yang mau pinjamin hapenya. Ntar aku malah dilaporin ke satpam lagi.
Dengan menghilangkan semua prasangka buruk terhadap orang lain, dan bermodal tampang jujur*ehem-ehem*, akhirnya aku minjam batre hape bapak-bapak di dekat tempat nitipin sepatu. Dan si bapak mau! Horaiy! Thanks pak!
Hoho,, sebentar lagi penantianku akan berakhir. Aku nelpon Ayu pake hapeku dengan bantuan batre hape dari bapak yang baik.
Dan aku pulang dengan menyedihkan setelah mendengar jawaban Ayu,
“ aku udah pulang, ki. Tadi aku udah coba telpon tapi diluar jangkauan”
Aku sih ga masalah ga bisa ketemu Ayu. Toh besok bakal ketemu pas upacara 17an di kampus baru kami. Hoho..
Tapi, bolak balik di Pekanbaru yang panasnya na’udzubillah ini yang bikin aku agak jengkel. Aaarrrrrgggggghhhhh…..
Malamnya, aku nonton semifinal bulutangkis olimpiade sambil makan gery chocolatos yang mamamia lezatoz karena udah beku kutaruh di freezer. Aku cuma berani makan satu biji saja karena dilarang habis-habisan sama emakku. Satu! Ya, aku memang rentan dengan yang dingin-dingin. Paling tahan cuma minum juice atau es krim.
Paginya, alarmku bunyi jauh lebih cepat. Aku kan mau upacara 17an di kampus. Hoho..
But,,, but.. but..
tenggorokanku sakit!
Amandel!
Huwaaaaa……. Tidaaaaaaaaakkkk….
Sejauh ini sudah dua belas kali 17 agustus aku ikuti.
Dan tahun ini mesti aku ikuti di rumah. Dengan setrikaan dan segunung pakaian orang serumah. Sambil nonton siaran langsung 17 agustus dari istana negara. Hiks..
Tanpa mengurangi rasa nasionalisme, aku nyetrika dengan baik. Menjadi anak yang baik berarti menjadi warga negara yang baik juga kurasa.
Komentar
salah satunya dengan menjaga tradisi Indonesia "Jam Karet...!!!" jeng...jeng...
seperti Ayu.
ck...ck... tujuan mu mulia banget ki, jadi salut...
tukeran link yok..
udah ku pasang nih Di SINI
@ mike : merdeka en setrika ibarat api dengan bara mike!