Mana Antonimnya?

Saia tidak setuju dengan kosakata “gagal”. Ketika ”berhasil” membutuhkan antonim, maka saia akan mengisi kolom antonimnya dengan ”belum berhasil”. Jangan tanyakan saia sekolah dimana dan guru Bahasa Indonesia saia siapa sampai saia begini parahnya mengikuti aliran Bahasa Indonesia versi sesat.

Saia tidak setuju dengan kosakata ”gagal” karena belum berhasil bukanlah keinginan manusia manapun. Dan saia sepenuhnya tidak setuju dengan yang namanya ”kebetulan”. Kebetulan berhasil, atau kebetulan belum berhasil. Karena saia percaya, tidak ada yang kebetulan di jagad raya ini. Semua sudah diatur oleh Zat yang Maha Teliti. Belum berhasil bukanlah kebetulan.

Saia tidak setuju dengan kosakata ”gagal” karena belum berhasil bisa disebabkan oleh kurang jelinya memprioritaskan prioritas. Lalai dan merasa ”masih ada hari esok”. Ahhh, saia banget nih..

Saia tidak setuju dengan kosakata ”gagal” karena belum berhasil juga bisa terjadi karena belum optimalnya menggunakan kesempatan. Mungkin telinga ini terlalu kebal sampai kalimat ”tidak ada kesempatan kedua” menjadi angin sepintas saja.

Saia tidak setuju dengan kosakata ”gagal” karena saia tidak setuju dengan ”keberuntungan” sama seperti tidak setujunya saia dengan ”kebetulan”. Tuhan menjadi tidak adil begitu Si A mendapat keberhasilan karena keberuntungan yang diberikan sedangkan Si B belum berhasil karena tidak mendapat keberuntungan? Hellooo.. keberhasilan murni merupakan hasil dari dua jenis prosedur. Prosedur dunia yang namanya usaha. Dan prosedur abstrak dimana doa-doa kita berkeliaran dan entah yang mana yang dikabulkan terlebih dahulu.

Selesai.

Pekanbaru, 26 jan 2010, kamar saia yang belum juga saia bereskan selama semester ini, ba’da isya, saat saia tidak berselera berjumpa dengan internet karena sumpah serapah saia sedang lancar, saat nilai hidrologi merusak siang hingga sore saia dan nilai kalkulus 3 memperbaiki itu semua.

Komentar

R. Kelly mengatakan…
memang , kebetulan bisa jadi tidak ada karena semua sudah menjadi ketetapanNya . berdasarkan ketetapanNya , tidak ada yang namanya kebetulan .

tapi karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi oleh ketetapanNya itu , dipakailah kosa kata kebetulan untuk menggambarkan kejadian yang diluar prediksi sebelumnya . lalu apakah dengan begitu kita menolak adanya kebetulan --dan keberuntungan ? i dont think so . saya tetap mengakui adanya kebetulan --dan keberuntungan, namun saya meyakini bahwa kebetulan --dan keberuntungan-- bs di usahakan . salah satu caranya adalah dengan mendekatkan diri kepadaNya .

saya berkata demikian karena sudah terlalu sering saya mengalami yang namanya kebetulan dan keberuntungan . oleh karena itu , saya selalu berpikir bahwa semua tidak ada yang sia2 .

*just my 2 cent in the middle of class .
Anonim mengatakan…
Memang. Memang tidak ada yg sia2..
saia cuma menyatakan ketidaksetujuan.
bukannya ingin membuang kosakata yg saia tdk setuju dr kamus kehidupan :)

Postingan populer dari blog ini

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Jamuan Tamu

mekanika teknik akihrnya ujian