Ibukota negara yg merdeka
^CHAPTER ONE^
Huph..
Dengan kekampungan yang nyata saat mnmukan surat dari "EMBASSY OF THE REPUBLIC OF SINGAPORE-JAKARTA",, aku nyaris merobek amplop keramat itu dengan kebrutalan pnuh kebodohan.
Aku dipanggil ikut tes di Jakarta. Dan aku bahagia setengah mampus.
Soalnya, di berkas yg aku krimin, legalisir raporku itu blm ditanda tangani sama datuk panglima sri sultan sejak lembar kelas 2.. Aku benar2 takut kalau surat itu isinya "maaf, persyaratan anda tidak lengkap". Namun ALLAH mmbantuku sampai sejauh ini dengan membutakan mata tukang cek berkas2 mereka.
Akhirnya aku sampai di jakarta
Buat ikutan tes yang ternyata dipenuhi sama cina2-yang jelas merupakan masalah besar, secara mreka biasanya pada pintar-.
Important pointnya bukan dsitu.
Aku, nginap di kantor penghubung RIAU disana.
Di daerah Kampung Melayu. Wahh.. Aku srasa brada di pangkuan negeri trcinta-RIAU- saat mndengar melayu itu.
Dgn brbekal izin dr bpk yg entah siapa namanya, aku dan abangku disambut hangat dsana.
Mreka baik sangat. Pokoknya full service lah.
Waktu masuk, aku liat altis baru, 2 innova, 1 turbo apa lexus, 2 mercy, lengkaplah aku prcaya sm room boynya kalau rusli zainal yg gubri-gub. Riau, yg blkangan kuakui sbg bapak angkatku- nginap disitu kalau ke Jkt.
Mercy compressor itu beliau yg pakai, gitu kata room boy nya.
Aku di kamar 207, abgku di 204.
Setelah basa-basi sedikit sama si bibi, dia bilang kalau yg biasa nginap disitu adalah orang2 yang punya Riau.
Aku ngakak sejadinya sama abangku setelah pamit ke kamar.
Yang punya Riau???
Aku??? Punya KTP Riau iya kali, bi..
Buwahahah...
Saat masuk kamar, aku membuka laci meja rias.
Disitu ada peraturan mess pemda. Pasal pertamanya bikin aku senyum bingung.
1. Yang dapat menggunakan wisma pemda otista raya adalah pejabat yg ditugaskan gubri, wagub, sekprof, dan pimpinan dprd riau.
Deg, aku pejabat daerah?
Aku??
Akhirnya aku tlpon abangku.
"ini bangunnya juga pakai uang kita"
hehe,, iya juga ya.
Kan aku anak angkat rusli zainal(???)
Si bibi, si adi, pak asep, mas satpam, 2 org roomboy lainnya yang aku gak tau namanya pada baik-baik lagi.
Cerita selanjutnya menyusul.,
Huph..
Dengan kekampungan yang nyata saat mnmukan surat dari "EMBASSY OF THE REPUBLIC OF SINGAPORE-JAKARTA",, aku nyaris merobek amplop keramat itu dengan kebrutalan pnuh kebodohan.
Aku dipanggil ikut tes di Jakarta. Dan aku bahagia setengah mampus.
Soalnya, di berkas yg aku krimin, legalisir raporku itu blm ditanda tangani sama datuk panglima sri sultan sejak lembar kelas 2.. Aku benar2 takut kalau surat itu isinya "maaf, persyaratan anda tidak lengkap". Namun ALLAH mmbantuku sampai sejauh ini dengan membutakan mata tukang cek berkas2 mereka.
Akhirnya aku sampai di jakarta
Buat ikutan tes yang ternyata dipenuhi sama cina2-yang jelas merupakan masalah besar, secara mreka biasanya pada pintar-.
Important pointnya bukan dsitu.
Aku, nginap di kantor penghubung RIAU disana.
Di daerah Kampung Melayu. Wahh.. Aku srasa brada di pangkuan negeri trcinta-RIAU- saat mndengar melayu itu.
Dgn brbekal izin dr bpk yg entah siapa namanya, aku dan abangku disambut hangat dsana.
Mreka baik sangat. Pokoknya full service lah.
Waktu masuk, aku liat altis baru, 2 innova, 1 turbo apa lexus, 2 mercy, lengkaplah aku prcaya sm room boynya kalau rusli zainal yg gubri-gub. Riau, yg blkangan kuakui sbg bapak angkatku- nginap disitu kalau ke Jkt.
Mercy compressor itu beliau yg pakai, gitu kata room boy nya.
Aku di kamar 207, abgku di 204.
Setelah basa-basi sedikit sama si bibi, dia bilang kalau yg biasa nginap disitu adalah orang2 yang punya Riau.
Aku ngakak sejadinya sama abangku setelah pamit ke kamar.
Yang punya Riau???
Aku??? Punya KTP Riau iya kali, bi..
Buwahahah...
Saat masuk kamar, aku membuka laci meja rias.
Disitu ada peraturan mess pemda. Pasal pertamanya bikin aku senyum bingung.
1. Yang dapat menggunakan wisma pemda otista raya adalah pejabat yg ditugaskan gubri, wagub, sekprof, dan pimpinan dprd riau.
Deg, aku pejabat daerah?
Aku??
Akhirnya aku tlpon abangku.
"ini bangunnya juga pakai uang kita"
hehe,, iya juga ya.
Kan aku anak angkat rusli zainal(???)
Si bibi, si adi, pak asep, mas satpam, 2 org roomboy lainnya yang aku gak tau namanya pada baik-baik lagi.
Cerita selanjutnya menyusul.,
Komentar