L – U – L – U – S
Aku lulus. Alhamdulillah.
L – U – L – U – S
Ada yang pernah bilang padaku, yang penting lulus. Bukan dapat nilai 10. karena pas daftar kuliah, atau udah kuliah sekalipun, sedikitpun nilai UN itu tidak berpengaruh.
Aku sedikitpun aku tidak pernah mengharapakn nilai 10 di ijazahku. Karena kejadian mengerikan yang terjadi pada detik-detik menjelang UN. Kejadian mengerikan sekaligus bodoh.
Sudahlah, saat ini ada satu hal yang sangat aku syukuri. Nilaiku lumayan bagus. Walaupun tidak ada satupun yang bisa menjangkau nilai Pkn yang 98. thanks bu... saya menyesal... udah sangat-sangat sering tidur di jam pelajaran ibu.. hiks2..
Nilai yang lumayan bagus itu benar-benar membuatku risau menunggu hari H. Risau setengah mati.
Aku takut karma. Takut hubungan sebab-akibat.
Malam pertama sih aman-aman aja.
belajar sampai mampus.
Malam kedua dan ketiga UN. Malam-malam yang detik-detiknya paling berharga untuk sekedar sadar akan akibat yang akan ditimbulkan bila tidak menggunakannya dengan baik.
Malam kedua dan ketiga UN. Besoknya ujian inggris, fisika, kimia, bio. Aku mengalami dilema luar biasa. Penyakit gila yang memang sulit untuk disembuhkan hinga saat ini. Aku tidak bisa membiarkan buku - novel & komik - tergeletak begitu saja tanpa dituntaskan. Aku tidak tahan untuk tidak menghabiskan buku dalam sekali baca. Tapi, kalau buku itu tidak menarik awalnya, aku pendam sampai seminggu, baru kubaca ulang. Pokoknya tidak boleh ada yang tidak dibaca sampai habis.
Malam kedua. Aku menghabiskan princess diary 2 punya Ai. Novel itu udah lama aku pinjam tapi gak ngerti-ngerti ceritanya karena pakai bahasa inggris. Tapi tiba-tiba novel itu jadi terasa menyenangkan. Rasanya ada syaitonirrojim yang mentransletekan buku itu. Aku tidur nyaris tengah malam. Senang campur miris menyelesaikan halaman terakhir. Bahan untuk ujian besoknya, berserakan indah di sisi lain tempat tidur yang tak terjangkau. Tidaaaaakkkk....
Malam ketiga. Aku habiskan Samita. Novel Indonesia yang luar biasa. Tebal juga bukan main. Kupinjam dari Pak Rudi. Setelah dua hari kutumpuk tanpa perasaan di bawah buku-buku tebal yang rata-rata judulnya sukses menghadapi UN, novel itu terasa memanggil-manggil. Aku memang tidak bisa bertahan lama untuk mengabaikannya. Lagi, aku tidur larut malam setelah selesai baca buku itu. Lagi dan lagi, bahagia campur risau. Huwaaaaaaaaaaaaaaaa........
Tidak akan boleh terulangi!(bisa gak ya... hiks2..) Walau hanya sekali! ( yakin bisa!!! )
Dan Alhamdulillah... aku lulus. Lulus Ujian Nasional ENAM mata pelajaran, standar 5.25...
Mampu bertahan untuk jujur di Ujian Akhirku...
Itulah yang paling membahagiakan.
L – U – L – U – S
Ada yang pernah bilang padaku, yang penting lulus. Bukan dapat nilai 10. karena pas daftar kuliah, atau udah kuliah sekalipun, sedikitpun nilai UN itu tidak berpengaruh.
Aku sedikitpun aku tidak pernah mengharapakn nilai 10 di ijazahku. Karena kejadian mengerikan yang terjadi pada detik-detik menjelang UN. Kejadian mengerikan sekaligus bodoh.
Sudahlah, saat ini ada satu hal yang sangat aku syukuri. Nilaiku lumayan bagus. Walaupun tidak ada satupun yang bisa menjangkau nilai Pkn yang 98. thanks bu... saya menyesal... udah sangat-sangat sering tidur di jam pelajaran ibu.. hiks2..
Nilai yang lumayan bagus itu benar-benar membuatku risau menunggu hari H. Risau setengah mati.
Aku takut karma. Takut hubungan sebab-akibat.
Malam pertama sih aman-aman aja.
belajar sampai mampus.
Malam kedua dan ketiga UN. Malam-malam yang detik-detiknya paling berharga untuk sekedar sadar akan akibat yang akan ditimbulkan bila tidak menggunakannya dengan baik.
Malam kedua dan ketiga UN. Besoknya ujian inggris, fisika, kimia, bio. Aku mengalami dilema luar biasa. Penyakit gila yang memang sulit untuk disembuhkan hinga saat ini. Aku tidak bisa membiarkan buku - novel & komik - tergeletak begitu saja tanpa dituntaskan. Aku tidak tahan untuk tidak menghabiskan buku dalam sekali baca. Tapi, kalau buku itu tidak menarik awalnya, aku pendam sampai seminggu, baru kubaca ulang. Pokoknya tidak boleh ada yang tidak dibaca sampai habis.
Malam kedua. Aku menghabiskan princess diary 2 punya Ai. Novel itu udah lama aku pinjam tapi gak ngerti-ngerti ceritanya karena pakai bahasa inggris. Tapi tiba-tiba novel itu jadi terasa menyenangkan. Rasanya ada syaitonirrojim yang mentransletekan buku itu. Aku tidur nyaris tengah malam. Senang campur miris menyelesaikan halaman terakhir. Bahan untuk ujian besoknya, berserakan indah di sisi lain tempat tidur yang tak terjangkau. Tidaaaaakkkk....
Malam ketiga. Aku habiskan Samita. Novel Indonesia yang luar biasa. Tebal juga bukan main. Kupinjam dari Pak Rudi. Setelah dua hari kutumpuk tanpa perasaan di bawah buku-buku tebal yang rata-rata judulnya sukses menghadapi UN, novel itu terasa memanggil-manggil. Aku memang tidak bisa bertahan lama untuk mengabaikannya. Lagi, aku tidur larut malam setelah selesai baca buku itu. Lagi dan lagi, bahagia campur risau. Huwaaaaaaaaaaaaaaaa........
Tidak akan boleh terulangi!(bisa gak ya... hiks2..) Walau hanya sekali! ( yakin bisa!!! )
Dan Alhamdulillah... aku lulus. Lulus Ujian Nasional ENAM mata pelajaran, standar 5.25...
Mampu bertahan untuk jujur di Ujian Akhirku...
Itulah yang paling membahagiakan.
Komentar