akhwat boleh nonton bola ga sih?

selama tiga tahun di smandel, aku suka nonton anak kelas main bola. tiap tahun kecuali pas kelas 3, soalnya lelaki di kelas ga cukup sebelas*menyedihkan*. ntah ligos(liga osis) ataupun liga ipa, atau sekedar pertandingan untuk memperebutkan dispenser pas kelas 2, aku selalu ada di tepi lapangan*ga penting ya*

walaupun pas dimintain sumbangan buat beli kostum aku suka protes karena nominal sumbangan yang sama besar antara laki-laki dan perempuan. padahal perempuan kan gak ikutan main bola. sedangkan mereka enak-enakan main dan pastinya bakal dapat hak milik dari kostum itu, tapi ujung2nya tetap aja ikutan nyumbang, trus nyumbang lagi buat beliin mereka minum pas pertandingan. tapi pas kelas 2 aku dapat kostum lho*walaupun cuma sisa*! nomor 19! angka yang bagus!

dan entah kenapa, solidaritas pas sma melekat sampai sekarang.
jadi para pria kelasku di kampus ada pertandingan bola lawan kelas lain. nah, kami para wanita yang cuma tujuh biji inipun nonton di tepi lapangan bola teknik YSB(baca: Yang Senantiasa Berdebu) setelah dipaksa dan diancam akan dibunuh oleh komting.


para ibu-ibu ini bersorak kecil-kecil saja. aku lagi sebel, karena mereka ga mau solat ashar dulu sebelum main bola. jadi ya gak ikutan bersorak-sorai deh.

tapi tak berapa lama, naluri suporterku menggila. aku gak tahan liat para ibu-ibu yang nonton bola cuma teriak sedikit seadanya. sumprit, aku yang gak ikutan main aja gak semangat dengar teriakan mereka. kedengaran seperti jangkrik kalo malam di desa-desa. halah! so aku teriak sekencang-kencangnya kayak waktu sma dulu*berbinar2, rindu lapangan smandel*, trus tepuk-tepuk tangan sampai tanganku merah2. dan para ibu-ibu pun ikutan teriak agak gedean. tapi teriakan kencang kami bukan berarti membuat teman-teman yang main bola semangat lho! hahaha, malah mungkin mereka sakit hati dengar lengkingan kami, toh akhirnya mereka kalah!
yaaaahhhh.....

nah, lawan main kelasku ini ga ada suporter wanitanya. maklumlah, ini teknik men! aku ga tau lah kalau tim kelasku ini merasa bangga karena ada wanita di kelas mereka. halah, ga nyambung.

selesai nonton bola, aku balik ke mushalla, ada ifthar jama'i. nah, aku liat kakak-kakak senior akhwatnya. akhwat banget. trus terpikir, kakak-kakak ini pernah nonton bola ga sih? akhwat boleh nonton bola ga sih???

Komentar

mulyahadie mengatakan…
asah tuh bakat suporter, lumayan kan ternyata punya bakat terpendam..
Anonim mengatakan…
hidup bolaaaaaa

eh mengenai komen di posting yg lucu itu, karena dulu blogku belum banyak pengunjung.
dulu mosting ya mosting, ga mikir ada org mo baca ato ga
Anonim mengatakan…
ah ha ha,
aq igt bgt wkt ki2 g stuju buat byr uang bola tuh,
triak2 sndiri,ndak jalaeh,(??)hoho
kan mnang, duit hadiahnya di pake sm2 jg akhirna,
.:shev:. mengatakan…
klo berdasarkan syariat , aq blm nemuin jawabannya . tp dulu saudara sepupuQ (cew) maniak bola banget pz SMA . bahkan walo udh pke jilbab . aq inget bener dulu itu dy fans berat JUVENTUS . gara-gara ada del piero katanya . tp setelah kuliah semester 2 , dy udh g suka lagi liat bola . waktu q tanya , "ada JUVE lho mbak , g liat tah ?" trz jawabannya , "enggak ah . lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya . masak bangun malam gara-gara pngn liat bola bukan pngn tahajud ."

jadi kesimpulannya , masih banyak yg bs qt lakuin selaen melihat orang bermaen bola . klo sekali-sekali , it's ok lah . tp klo udh addict itu yg g blh .
Anonim mengatakan…
@ hadie: yoooo lah

@ attayaya : ooohhh,, padahal lucu loh kak!

@ rezki : hahai,, itu kan gejolak masa muda(apaan sih???)

@ ahmad sheva : wah, ga deh. kalo sampe bangun malam cuma buat begadang ga banget deh.
punya klub favorit aja nggak. cuma suka nonton live. hehe

Postingan populer dari blog ini

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Bukankah Kita Bersaudara?

Jamuan Tamu