sahabatku kembali pada Rabbi

maaf teman, setelah lama menghilang saya malah menyampaikan lara.

Abdurrahman, sahabat baik saya. empat bulan rasanya cukup untuk mengklaimnya sebagai sahabat baik saya. memang tidak ada teman pria lain yang lebih baik darinya.

postingan ini bukanlah mengikuti tradisi orang-orang yang sibuk menceritakan kebaikan orang yang telah pergi. tidak, sama sekali tidak.

kalian belum tau saja siapa dia. dan pasti, tidak akan pernah tau.

sedikitpun aku belum pernah dikecewakan olehnya. tidak pernah memperlihatkan tampang tidak menyenangkan. selalu tersenyum. terlalu ringan tangan. semga ALLAH terima segala kebaikan hatinya.

bukan berarti kebaikan hatinya dirasakan hanya leh para wanita. teman pria pun, tak henti-hentinya mengulang-ulang kebaikannya.

aku melihat ibunya menangis.
"maafkan abdur ya nak..."
ALLAHUAKBAR!
tangisku pecah sudah. teman-teman lain menangis sejadinya. dia terlalu baik untuk dimintakan maaf oleh orang lain.

pernahkah kalian melihat jenazah dikafani?
wajahnya tampak dari celah kain kafan.
kaku.
pada saat ini ibunya tegar sekali.
aku diam. menangis, banyak. tapi tetap kalah dari tangis teman-teman lain. karena aku tau, bagi keluarga yang merasa sangat sangat kehilangan, tangisan orang lain akan semakin menambah hati untuk bersedih. memancing tangis yang telah susah payah dihentikan.

hidup memang terbatas.
kita perlu untuk sadar. ingat.


semoga ALLAH ridhoi, berkati apa yang telah dilakukannya.
Amin

Komentar

.:shev:. mengatakan…
sama dengan pengalaman waktu temenQ meninggal . 2 orang dalam waktu seminggu . gara-gara itu aq jadi nyadar , hidup itu singkat . dan kita belum berbuat apa-apa untuk menjadikan hidup kita berharga . hiks .

cerita lebih lengkap :

http://ahmadsheva.blogspot.com/2008/09/sekali-berarti-sesudah-itu-mati.html
Anonim mengatakan…
@ ahmad sheva : he'eh. bener bgt. terlalu singkat.
semoga kita juga bisa terus memperbaiki diri. amin
aisha181090 mengatakan…
abdurrahman sapa ki??
tmen kuliah??

turut brduka cita y..
Nunung Mulyani mengatakan…
semoga keluarga yg di tinggal di besarkan hatinya, sahabat akan selalu hidup di hati kita :)
Anonim mengatakan…
@ ai : iya saiy. teman kuliah.

@ nunung: amin mbak..
Anonim mengatakan…
turut berduka cita ya Ki.. mungkin Allah udah menentukan itu yang terbaik untuk dirinya..
kiki ali mengatakan…
@ kak nana : ya kak.
^_^
Zaa mengatakan…
kii,,
abdurahman tuh anak smp 4 dulu kan??

Postingan populer dari blog ini

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Bukankah Kita Bersaudara?

Jamuan Tamu