itam saiang

saia menyayangi itam.. sungguh terasa kehilangannya saat ini.. satu setengah tahun penuh kesetiaan yang takkan saia sia-siakan...

saia kehilangan si merah sebelum kehilangan itam. terjadi dua kali. yang pertama, karena kehilangan si merah, saia mendapat si itam.
sungguh tragedi saat yang baru harus menggantikan ia yang sempat menemani dengan cinta dulu.
tragedi, tragis, saat si merah nyemplung ke mangkok cuci tangan dan tak mau idup..

lalu si itam datang..

waktu berlalu..
hitungan bulan menjelang tahun..
saia mengubek-ubek lemari pecah belah di kamar emak saia yang kacanya udah pecah dan berisi barang antah berantah...

tertemukanlah ia, cintaku dulu, si merah..
kuelus dengan saiang.. ia pun hidup dengan simsalabim.
seakan-akan melupakan duka lalu, kami pun menjalani hari-hari penuh cinta, lagi..

bertiga, bersama itam :)

satu setengah tahun kurang sedikit..
si merah kembali ke hadirat kedai yang jual.
dijual sama yang ngambil.
saia sedih..
sungguh menguras hati..

setahun lebih setengah sedikit..
si itam tiba-tiba pintar shutdown sendiri..

dan kini ku dirundung sepi..

bagi yang merasa berkepentingan dengan saia, silahkan tinggalkan no hp karena saia sudah kehilangan banyak kontak

TQ

nb: ini bukan puisi

Komentar

Unknown mengatakan…
nomor saiya ga lupa kaaannnn???? <3
kiki ali mengatakan…
amaaan...
udah saia kopi beberapa kontak yang namanya masih di awal2 sebelum itam koit..
Teuku Razi mengatakan…
saya tahu ini bukan tulisan lucu-lucuan, tapi maafkan saya... ahahahahaha.. "tiba2 pintar shutdown sendiri..".. LOL
kiki ali mengatakan…
bang raziiii..
hahahahaha..
sudahlah, ketawa aja, gpp...
ini hanyalah cerita lalu..

makasi kunjungannya :)
Meca mengatakan…
nomor aku apal kan say...
::awas klo ga apal::

Postingan populer dari blog ini

Bukankah Kita Bersaudara?

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Jamuan Tamu