Lukaku Lukamu


Sayang, mengapa cinta bisa menjadi sepahit ini? Mengapa luka bisa sepedih ini?

Apakah kita akan bertemu pada suatu pengampunan dimana hati yang saling terkait telah pernah terluka?
Apakah kita bisa saling menatap tanpa mengingat perihnya kecewa yang kita derita?
Apakah kita akan saling berpegangan dan berlari ke dunia manapun yang kita inginkan dengan luapan cinta sedalam samudra yang kita impikan?
Apakah kita masih akan sempat melihat mentari terbit dan tenggelam, merasakan dekat dengan awan dan pepohonan, di gunung yang kita idamkan?
Apakah kita masih bisa bersua dengan senyum tulus tanpa perasaan saling menyalahkan?
Jalan yang telah begitu berliku, yang lurusnya pun telah sangat panjang, akankah masih jauh kita tempuh?
Apakah kita akan masih bersisian di teriknya matahari dan menguapnya aspal serta debu sepanjang jalan ini?

Sayang, apakah kita akan sembuh?

Lukaku masih menganga.
Begitu pula luka yang kubuat kau merana karenanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukankah Kita Bersaudara?

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Jamuan Tamu