Postingan

Menara Lima Negeri

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa Jika di dalam hutan. Imam Syafi’i Sumber: setelah ucapan syukur dan terimakasih, selembar sebelum halaman pertama, novel ai yang udah dipinjamin ke saia sejak Ramadhan, Negeri Lima Menara. Tidak ada penjelasan tentang kalimat-kalimat berantai di atas. Hanya suka saja ^_^

Ia yang Dirindu

Gambar
Walaupun setelah dilihat-lihat memang sudah tak cantik lagii.. tapi saia rindu padanya.. dan entah naas siapa yang nyulap sampe ilang, persis sehari sebelumnya terjadilah accident saat saia buru-buru ngelemparin chargernya sampai terkenalah kepadanya, sehingga retaklah layarnya. Jadi jelek sih, sempat terniat mau ganti casing karena itu --berhubung tak pernah diganti sekalipun--, tapi memang bukan takdirnya, ia pergi sebelum sempat dibenahi. kepada siapapun orangnya, makasi ya. saia sampe beli hape baru gini. hape baru yang bikin saia kena hina tiap hari karena ga punya blutut dan ga ada kameranya. hampir tiap hari saia malaaaas ngeluarin hape baru-apalagi dekat mimi- Beuuuuuuh, entah teman entah kawan, tapi memang dialah orang yang selalu paling berbahagia diatas segala derita saia. thank God dia wanita. kalaulah ia pria, sudah saia timpuk pake helm tanpa ampun. hwahahahahahahahha

Raye Tak Raye

Bismillah lah dulu.. agak tak selera nak lebaran tahun ni. Badan tau nak mendemam-demam tak tentu. Apalagi momma. Demam sehat demam sehat. Siaaan hati... tambahlah lagi hari raya bakal sepi-sepi tak ada orang. Abang2 pergi ke tempat emak istri2. Sediiih hati... dalam tak selera hati nak raya, kakak pun ngajak belanja. Dalam tengah hari buta dan keinginan untuk berbuka, tak sengaja terbayarkan pula high heels entah di bawah pengaruh jin jenis apa. Setelah dipatut-patut di depan kaca, geliii hati... SELAMAT HARI RAYAAAA...

Anak Kandung

Postingan kali ini dimulai dengan kesimpulan. bodohnya manusia dengan gender perempuan untuk percaya dan terpana dengan iklan-iklan gila dan tak masuk akalnya efek simsalabim kosmetika disebabkan oleh manusia bergender pria Sebenarnya ini bukan tema yang tergolong penting untuk diceritakan. Karena rasanya dalam kurun waktu setahun belakangan saia udah pernah cerita model begini sampai dua kali, mungkin.. Saia tak lagi merisaukan dan memusingkan jerawat yang satu dua-juta- berkembang biak dengan subur di muka. Karena udah ga musim, ketinggalan zaman. Soalnya derita ini bukanlah baru berhitung satu dua bulan. Jadi udah biasa dan ga gitu ngaruh aja.. Tapi beberapa dialog dibawah ini berkata lain… Well, agar tidak menciptakan efek rasisme, dialog-dialog di bawah ini sudah saia translet pakai gugel translet ke Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dialog pertama terjadi beberapa bulan lalu. Antara saia dan Adik Lelaki Emak Saia-ALES- yang bungsu, yang baru datang dari kotanya nun disana. ...

Operet Malam

Telah kutitipkan pada malam-malam sekumpulan cerita tiada akhir yang akan kusambung lagi esok dan esoknya lagi yang telah dirangkum bulan dalam buku-buku tebal dan tak pula ringan. Kubiarkan ia bercerita pada gemintang hingga angkasa ikut menjadi panggungnya. Burung hantu itu hanya menyempurnakan opera cerita dengan bertenggernya ia pada panggung lain yang diarahkan bulan yang memakai kacamatanya. Ia dengan tongkatnya tak henti-henti mengucapkan “wingardium leviosa” agar suasana operet ini menjadi seperti cerita yang telah dirangkum dalam buku tebal di tangannya saat kutanyakan ada cerita apa di halaman tujuh puluh dua. Kunang-kunang yang berkeliaran dalam formasi tak tentu sesuka hati membuat iri kaki yang tak kuasa berdiri dan takut lari dari mimpi yang tak henti tawarkan semerbak melati namun tangkainya adalah belati. Dengan apa akan kugenggam ia bila mata belatinya menghadap pada jemari yang baru keluar dari persembunyian dan belum menutup lukanya sempurna, akan berbekas sejatinya...

Make a Wish

Ini bukan tentang impian masa kecil saat saia ingin jadi presiden, jadi dokter, dan jadi bu guru sekaligus. Ini hanyalah salah satu dari impian masa-masa belasan saia yang saia impikan akan tercapai di usia puluhan saia. Tapi yahh.. mungkin tekad saia belum sebegitu besarnya.. Salah satu impian yang saia rasa sangat tidak muluk-muluk namun belum juga tercapai adalah... punya pustaka sendiri. Saia mau punya satu ruangan yang di sekelilingnya ada lemari untuk buku-buku—juga komik—saia yang sudah bergelimpangan di gudang belakang. Huhuhuhu.... Lain lagi ceritanya dengan novel-novel saia. Kalau mau dihitung-hitung, rasanya udah bisa sampai tujuh digit aja duit saia yang habis buat beli novel sama komik. Tapi kalo diliat-liat, kok ga banyak yaa??? Ya saia tau beberapa faktornya. Saia punya kakak dan abang-abang yang hobi membaca. Maksudnya, hobi mengobrak-abrik buku-buku saia untuk dibaca, lantas dipinjamkan ke teman-teman mereka.. lalalalala~~~ betapa baik hatinyaa.. sangat baik hati...

Apa Salah Swallo* Mengandung

Mestinya, ujian kayu jadi ujian yang terakhir. Dan kita anggap saja begitu. Sooo… teman-teman saia udah pada kepikiran hedon aja. Siiiiibuk ngomongin diskon di toko ini itu. Gaya sih emang pada ngomongin diskon, tapi apalah daya… garis ekonomi sedang jatuh tuh tuh tuh dibawah center line. Pada miskin semua setelah perjuangan di medan pertempuran bernama tubes. Dan duit yang rata-rata cuma pada punya sepuluh ribu sedikitpun tak melemahkan hasrat mereka buat hedon. Oke, mereka. Karena saiaaa belum bisa hedon. Laporan praktikum saia belum selesai. Nasibb.. Biasalah para wanita lagi arisan. Dari ngomongin a bisa sampai f dan tanpa penghubung yang jelas bisa sampai dengan sukses ke z. tanpa lelah. Fiuuuuuhhhh…. Lalalalalala~~~ Lagi ngomongin diskon, sambil ngeliatin kaki-kaki yang melangkah dan sepatu yang dipakainya, sampai nebak harganya, beli di toko apa, merk apa.. dan dengan tak berprikesandalan sampailah ceritanya ke sandal jepit swallo* saia. Kata mereka semua sih… BURUK! Apa sih yan...