Apa Salah Swallo* Mengandung
Mestinya, ujian kayu jadi ujian yang terakhir. Dan kita anggap saja begitu. Sooo… teman-teman saia udah pada kepikiran hedon aja. Siiiiibuk ngomongin diskon di toko ini itu. Gaya sih emang pada ngomongin diskon, tapi apalah daya… garis ekonomi sedang jatuh tuh tuh tuh dibawah center line. Pada miskin semua setelah perjuangan di medan pertempuran bernama tubes. Dan duit yang rata-rata cuma pada punya sepuluh ribu sedikitpun tak melemahkan hasrat mereka buat hedon. Oke, mereka. Karena saiaaa belum bisa hedon. Laporan praktikum saia belum selesai. Nasibb..
Biasalah para wanita lagi arisan. Dari ngomongin a bisa sampai f dan tanpa penghubung yang jelas bisa sampai dengan sukses ke z. tanpa lelah. Fiuuuuuhhhh…. Lalalalalala~~~
Lagi ngomongin diskon, sambil ngeliatin kaki-kaki yang melangkah dan sepatu yang dipakainya, sampai nebak harganya, beli di toko apa, merk apa.. dan dengan tak berprikesandalan sampailah ceritanya ke sandal jepit swallo* saia. Kata mereka semua sih… BURUK!
Apa sih yang salah dengan sandal jepit? Kenapa swallo* teranak tirikan di dunia???
Semua cerita menyedihkan tentang nasib swallo* dimulai dari rajinnya teman-teman perempuan saia yang cuma seupil di kelas itu belajar bareng. Yahh.. demi mencapai cita-cita mulia, masa depan cemerlang, dan tak ingin lagi nangis-nangis bersama liat nilai di pengumuman. Walaupun kegiatan belajar bareng ini nantinya SELALU berakhir rusuh. Ribut cerita ga jelas. Ujung-ujungnya capek, teler, trus bergelimpangan ketiduran himpit-himpitan.
Apa sih yang salah dengan sandal jepit swallo*saiapunya emak saia yang selalu saia comot sesuka hati kalau mau pergi-pergi? Buat pergi belajar bareng aja, ke kos ijul, atau ke rumah us, rumah mimi, gak ada yang mengharuskan pake sepatu rasanya. Toh nantinya bakal saia lepas di depan pintu dan gak bakal dibolehin dibawa masuk rumah itu.
Lah trus saia harus pake sandal apa donk? Mau pake sepatu juga dilarang. Kata mereka, kita gak sedang belajar bareng dosen. Saia tak tega mengungkapkan ini. Tapi, mereka suruh saia ganti sandal kesayangan dan kebangsaan saia itu dengan sandal jepit yang lebih gimanaaa gitu. Gimana apaaa??? Bingung deh saia.. waktu pertama kali diprotes, saia pake swallo* merah, punya emak saia. Trus karena diprotes, besoknya saia pake swallo* kuning, juga punya emak saia. Masiiiiih juga diejekin.
Setelah itu saia pake swallo* yang biasa bapak saia pakai ke mesjid, warna oranye. Mereka diam aja. Yesss!!!! Merasa berhasil melakukan apa yang mereka inginkan, saia pun berbahagia menjalani hari-hari dengan swallo* tercinta.
Tapi kebahagiaan tak lama singgah pada hari-hari saia bersama swallo*. Waktu itu ada yang ultah diantara kita bertujuh. Dan kebiasaan norak, gila, memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan hari-hari kami para wanita cantik. Hohoho…
Diawali dengan ide seseorang yang menantang anak-anak buat pake rok kembang bunga-bunga. Ahh saia mah gak masalah. gampang banget tu. Anak-anak awalnya nolak. Apalagi midun. Tampang boleh anak ibu, ngomong manja, tapi anti banget dengan yang namanya rok. Tapi setelah diancam akan dikeluarkan dari pasukan tujuh wanita cantik, midun pun… tetap menolak. Yaaaaahhh.. gagal deh pemandangan rok bunga-bunga pake kets di seantero kota.
Selanjutnya ide briliant yang selaluuuuu muncul dari otak jenius Pentium sejuta saia. Pake sandal jepit! tapi gak boleh yang imut-imut. Harus swallo* yang tali sama tapaknya sewarna. Saia pun langsung berbaik hati meminjamkan koleksi swallo*saia emak saia tanpa pamrih. Dan tebak apa balasan kebaikan saia????
Teriakan “TIDAK” tanpa mic yang bisa didengar sampai sekelurahan.
Dan… saia pun putus harapan.. swallo*, riwayatmu kini….
*udah ga apdet lagi ni ceritanyaa.. lepi saia mendadak sakit dan diopname..
tapi gpp lah.hehe :D
Biasalah para wanita lagi arisan. Dari ngomongin a bisa sampai f dan tanpa penghubung yang jelas bisa sampai dengan sukses ke z. tanpa lelah. Fiuuuuuhhhh…. Lalalalalala~~~
Lagi ngomongin diskon, sambil ngeliatin kaki-kaki yang melangkah dan sepatu yang dipakainya, sampai nebak harganya, beli di toko apa, merk apa.. dan dengan tak berprikesandalan sampailah ceritanya ke sandal jepit swallo* saia. Kata mereka semua sih… BURUK!
Apa sih yang salah dengan sandal jepit? Kenapa swallo* teranak tirikan di dunia???
Semua cerita menyedihkan tentang nasib swallo* dimulai dari rajinnya teman-teman perempuan saia yang cuma seupil di kelas itu belajar bareng. Yahh.. demi mencapai cita-cita mulia, masa depan cemerlang, dan tak ingin lagi nangis-nangis bersama liat nilai di pengumuman. Walaupun kegiatan belajar bareng ini nantinya SELALU berakhir rusuh. Ribut cerita ga jelas. Ujung-ujungnya capek, teler, trus bergelimpangan ketiduran himpit-himpitan.
Apa sih yang salah dengan sandal jepit swallo*
Lah trus saia harus pake sandal apa donk? Mau pake sepatu juga dilarang. Kata mereka, kita gak sedang belajar bareng dosen. Saia tak tega mengungkapkan ini. Tapi, mereka suruh saia ganti sandal kesayangan dan kebangsaan saia itu dengan sandal jepit yang lebih gimanaaa gitu. Gimana apaaa??? Bingung deh saia.. waktu pertama kali diprotes, saia pake swallo* merah, punya emak saia. Trus karena diprotes, besoknya saia pake swallo* kuning, juga punya emak saia. Masiiiiih juga diejekin.
Setelah itu saia pake swallo* yang biasa bapak saia pakai ke mesjid, warna oranye. Mereka diam aja. Yesss!!!! Merasa berhasil melakukan apa yang mereka inginkan, saia pun berbahagia menjalani hari-hari dengan swallo* tercinta.
Tapi kebahagiaan tak lama singgah pada hari-hari saia bersama swallo*. Waktu itu ada yang ultah diantara kita bertujuh. Dan kebiasaan norak, gila, memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan hari-hari kami para wanita cantik. Hohoho…
Diawali dengan ide seseorang yang menantang anak-anak buat pake rok kembang bunga-bunga. Ahh saia mah gak masalah. gampang banget tu. Anak-anak awalnya nolak. Apalagi midun. Tampang boleh anak ibu, ngomong manja, tapi anti banget dengan yang namanya rok. Tapi setelah diancam akan dikeluarkan dari pasukan tujuh wanita cantik, midun pun… tetap menolak. Yaaaaahhh.. gagal deh pemandangan rok bunga-bunga pake kets di seantero kota.
Selanjutnya ide briliant yang selaluuuuu muncul dari otak jenius Pentium sejuta saia. Pake sandal jepit! tapi gak boleh yang imut-imut. Harus swallo* yang tali sama tapaknya sewarna. Saia pun langsung berbaik hati meminjamkan koleksi swallo*
Teriakan “TIDAK” tanpa mic yang bisa didengar sampai sekelurahan.
Dan… saia pun putus harapan.. swallo*, riwayatmu kini….
*udah ga apdet lagi ni ceritanyaa.. lepi saia mendadak sakit dan diopname..
tapi gpp lah.hehe :D
Komentar