Gerbang Sekolah Terhebat
chapter 1
In the name of ALLAH, most gracious most merciful
kumulai cerita kenakalanku nomor sembilan dengan bismillah, supaya gak begitu kelihatan kalo aku nakal beneran.
setelah liburan sekolah sekitar nyaris dua minggu, aku kembali menyongsong hari sekolah dengan semangat mencapai cita-cita nan cemerlang.
hari pertama sekolah, aku telat bangun setelah nyambung tidur abis solat subuh. gileeee,,, aku bangun jam 6.28...
emaaaaaaakkkk,,, heleeeeeeeepppp
akhirnya, dengan bakat telat yang mengakar secara alamiah, aku mengerjakan segala aktivitas pagiku dengan waktu hanya setengah jam dalam moment paling penting seumur hidupku-listrik mati dua hari dan hanya dirumahku- sehingga aku yang mestinya lebih lama dua kali lipat, bisa menyelsaikan hal sepele di pagi hari hanya dengan setengah waktu biasanya! keren kan! entahlah, tak usah kalian bayangkan.
Dan ini berarti aku hanya menyisakan DUA menit untuk sarapan dan berangkat menyusuri kemacetan serta beberapa traffic light yang dengan anggun bertengger di setiap jalanan ramai di Pekanbaruku nan indah. thanks god.
sampai di lapangan bola belakang sekolah, yang diujungnya ada gerbang samping, aku di drop abangku. dengan wajah iba, aku mengangguk saja. meng-iyakan abangku pulang. walaupun dari kejauhan sisi lapangan bola aku bisa melihat dengan jelas kalau gerbang samping udah tutup.
dengan langkah gontai, aku berjalan menyusuri setiap hijau rumput lapangan menuju gerbang. arrrggghh,,,,, sudahlah. tak perlu aku meneruskan langkah sampai ke gerbang itu. toh, dengan menangis darah sekalipun gerbang itu tidak akan dibukakan! aku mengambil hp ku. ngetik sms minta jemput lagi sama abangku. namun, lucky me,,, tiba-tiba hp mati! secara listrik mati, jadi aku gak bisa nge-charge hp ku. tidaaaaaaakkkk.....
akhirnya, aku balik arah. menyusuri jalanan around sekolahku. kali aja ada yang telat di hari pertama masuk sekolah ini. dan memang keberuntungan tidak pergi terlalu jauh dariku. ternyata didepan mataku, satu per satu anak smandel turun dari kendaraannya didepanku.
"telat?"
"ya" kujawab. dan akhirnya, semua anak smandel yang telat hari pertama ini secara tidak langsung menjadikan aku sebagai komandan pasukan telat. semua yang telat-perempuan saja- ikut dengan rombonganku. hahah, sungguh tak patut dibanggakan.
salah satu pasukanku yang sering telat, menginformasikan kalo dari rumah salah satu penduduk dekat sekolah, kami bisa masuk dengan memanjat dinding pembatas rumah orang itu dengan sekolah.
sampai disana, naluri kepemimpinanku muncul. kulihat meja yang sudah jelek. lalu keperintahkan dua orang untuk mengangkat meja itu ke tepi dinding.
"siapa yang duluan?" payah., ternyata tidak ada yang bernyali untuk manjat dinding sekolah ini walaupun udah ada meja sekalipun.
ya suwda,, selaku komandan, aku duluan.
hup! aku berhasil mendarat dengan sukses. lalu diikuti pasukanku.
setelah berkompromi dengan ibu kantin, kami menitipkan tas, dan masuk kelas dengan tampang innocent. nothing happened lah.. padahal deg-degan setengah mampus, untungnya ibu yang masuk kelas udah agak tua, jadi gak begitu ngedit pas aku masuk.
fiuuuuuhhh,,,, hari pertama di semester enam yang indaaaaahhhhhh.
pssst. jangan bilang-bilang ya!
In the name of ALLAH, most gracious most merciful
kumulai cerita kenakalanku nomor sembilan dengan bismillah, supaya gak begitu kelihatan kalo aku nakal beneran.
setelah liburan sekolah sekitar nyaris dua minggu, aku kembali menyongsong hari sekolah dengan semangat mencapai cita-cita nan cemerlang.
hari pertama sekolah, aku telat bangun setelah nyambung tidur abis solat subuh. gileeee,,, aku bangun jam 6.28...
emaaaaaaakkkk,,, heleeeeeeeepppp
akhirnya, dengan bakat telat yang mengakar secara alamiah, aku mengerjakan segala aktivitas pagiku dengan waktu hanya setengah jam dalam moment paling penting seumur hidupku-listrik mati dua hari dan hanya dirumahku- sehingga aku yang mestinya lebih lama dua kali lipat, bisa menyelsaikan hal sepele di pagi hari hanya dengan setengah waktu biasanya! keren kan! entahlah, tak usah kalian bayangkan.
Dan ini berarti aku hanya menyisakan DUA menit untuk sarapan dan berangkat menyusuri kemacetan serta beberapa traffic light yang dengan anggun bertengger di setiap jalanan ramai di Pekanbaruku nan indah. thanks god.
sampai di lapangan bola belakang sekolah, yang diujungnya ada gerbang samping, aku di drop abangku. dengan wajah iba, aku mengangguk saja. meng-iyakan abangku pulang. walaupun dari kejauhan sisi lapangan bola aku bisa melihat dengan jelas kalau gerbang samping udah tutup.
dengan langkah gontai, aku berjalan menyusuri setiap hijau rumput lapangan menuju gerbang. arrrggghh,,,,, sudahlah. tak perlu aku meneruskan langkah sampai ke gerbang itu. toh, dengan menangis darah sekalipun gerbang itu tidak akan dibukakan! aku mengambil hp ku. ngetik sms minta jemput lagi sama abangku. namun, lucky me,,, tiba-tiba hp mati! secara listrik mati, jadi aku gak bisa nge-charge hp ku. tidaaaaaaakkkk.....
akhirnya, aku balik arah. menyusuri jalanan around sekolahku. kali aja ada yang telat di hari pertama masuk sekolah ini. dan memang keberuntungan tidak pergi terlalu jauh dariku. ternyata didepan mataku, satu per satu anak smandel turun dari kendaraannya didepanku.
"telat?"
"ya" kujawab. dan akhirnya, semua anak smandel yang telat hari pertama ini secara tidak langsung menjadikan aku sebagai komandan pasukan telat. semua yang telat-perempuan saja- ikut dengan rombonganku. hahah, sungguh tak patut dibanggakan.
salah satu pasukanku yang sering telat, menginformasikan kalo dari rumah salah satu penduduk dekat sekolah, kami bisa masuk dengan memanjat dinding pembatas rumah orang itu dengan sekolah.
sampai disana, naluri kepemimpinanku muncul. kulihat meja yang sudah jelek. lalu keperintahkan dua orang untuk mengangkat meja itu ke tepi dinding.
"siapa yang duluan?" payah., ternyata tidak ada yang bernyali untuk manjat dinding sekolah ini walaupun udah ada meja sekalipun.
ya suwda,, selaku komandan, aku duluan.
hup! aku berhasil mendarat dengan sukses. lalu diikuti pasukanku.
setelah berkompromi dengan ibu kantin, kami menitipkan tas, dan masuk kelas dengan tampang innocent. nothing happened lah.. padahal deg-degan setengah mampus, untungnya ibu yang masuk kelas udah agak tua, jadi gak begitu ngedit pas aku masuk.
fiuuuuuhhh,,,, hari pertama di semester enam yang indaaaaahhhhhh.
pssst. jangan bilang-bilang ya!
Komentar
ada saran...sebaiknya ukh coba nulis apa aja, novel ato apalah dan serahin ke penerbit, sp tau diterima, sebab sy melihat ada bakat besar yg terpendam
ya udah..kebanyakan nulisnya mumpung lg g' ada kerjaan. ^_^
ya ampuuunnn,,, salut buat kenakalan??? hahah, orang pertama nih.
ke penerbit??? yuk, kita bareng kesana. buat minta sampah2 yg awalnya adalah naskah org2 yg dengan keringat bercucuran dan otak yang nyut-nyutan. per kilogramnya dua ribu, lumayan untuk sekeranjang kertas..
salah. ya, ki bakal melakukan itu. entah kapan. doakan saja...