Di waterboom ada beruang !!!
Keinginanku akan terkabul. Benar-benar indah. Kalau saja aku tidak bokek.
Aku benci liburan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Disaat anak liqo mau ke waterboom, aku tidak berduit. Satu rupiah pun tidak punya. Aku ngeri kalau membayangkan libur dua bulan tanpa uang satu rupiah pun. Hiiiiiii....
Akhirnya aku memantapkan hati kalau tidak bisa ikut ke waterboom bukan masalah besar. Aku mengobati diri dengan pergi les. Nyusul try out minggu lalu di NF. Aku gak datang. Sampai di NF.
” bang, kiki mau nyusul TO kemampuan dasar ”
” eeeee,,,, si kiki!!! Hasil TO-nya udah dikirim ke Jakarta!!! ”
” Haaaah????!!!!!!!!!!!!!!!!!! ” akhirnya aku minta juga soal itu. Karena tidak akan dikirimkan ke jakarta punyaku yang sebiji ini, aku malas-malasan ngerjainnya. Ujung-ujungnya malah ngobrol sama bang Indra. Mulai dari cerita masa lalunya waktu dia kuliah, kerja di Duri, punya anak, trus nikah. Maksudnya bang indra adopsi anak orang sebelum nikah. Sampai cerita kepahitan masa-masa awal nikahnya, saat tiada harta benda. Yang dia bawa hanya buku tiga kardus besar. Lalu bahagianya dia. Tentang pertolongan ALLAH. Tentang bersabar. Tentang bersyukur.
Hapeku bunyi.
” ki, ikut ke waterboom gk?” si Umi yang kirim SMS.
” kagak mi. Diriku tiada berduit. Walau hanya seuprit. Yaahh, mungkin ini adalah derita baru yang menerjang kehidupan”
”hahaha... emangnya bayar berapa buat masuk waterboom? Mahal bgt ya? Sampe sgitunya... ”
” 15 ribu mi. Liburan telah menghancurkan makna keindahan hidup, mi... ntarlah mi, mungkin bisa ngemis-ngemis dulu di rumah”
” eh ki, uang buat buku tahunan kan sisa tuh. Pake uang itu aja. Ntar aku bawain. ”
” huwaaaa...... umiiiiii,,, engkau telah memberikah secercah cahaya putih yang menerangi kehidupan... tengkyu mi... ”
Hapeku bunyi lagi. Si umi nelpon.
” ya, mi??? ”
”huwahahaha... kau ni, lebaiy minta ampun!!!! Biasa aja napa???!!! ”
” hehehe,, biasa aja kok mi.. ”
” ak... ”
Aku liat hapeku. Mati. Yaaaaaaaahhhhh.... aku minta izin bang Indra. Pulang!!!! Waterboom menunggu.
Di rumah, aku beres-beres. Sampai pada saatnya berangkat, aku baru ingat. Siapa yang mau ngantar ke sekolah????
Aku liat muka abangku. Dia lagi baca novel. Duuuhhh,,, aku takut, segan, ngeri juga. Akhirnya, setelah mendapatkan pandangan singa darinya, aku diantar ke sekolah. Cihuuiiyyyy!!!!!
Di sekolah.
Aku ketemu Ayu di gerbang. Dia sama Vida.
“ Yu, pake motor? “
“ pake apa lagi??? “
“ lah, anggun gak ikut? ”
” gak ”
”huwaaaaaaaaaaaa...... kiki nebeng siapa ni???? ”
Setelah menghabiskan pulsa sekitar lima ribu buat nyari tumpangan, aku menemukan Ai. Oohhh ai,, kaulah penyelamat jiwa...
Masalah selanjutnya muncul. Karena kukira anggun ikut. Dan rencananya aku mau nebeng anggun. Aku tidak bawa helm!!!!!
Rasanya aku memang tidak direstui ikut ke waterboom... hiks. Betapa malang nasib ini. Tiada berduit. Tiada berhelm.
” pak, rumah bapak dimana? ” aku tanya ke pak Edi. Yang dari tadi setia duduk tak jauh dari keributanku.
” waaahh,, jauh ”
” yahhhh..... pak, kalo pulang, musti pakai helm gak? ”
” oooo,, ndak. Wong ndak ada polisinya. ” asyiiiiiiiiikkk!!!!
” pak, boleh pinjam helmnya?” pak Edi dengan kebaikan hatinya langsung menjemput helmnya di perkiran. Alhamdulillah......
Di Waterboom...
Kayaknya Dian yang semangat buat berenang. Setelah buru-buru keluar ruang ganti, dua menit berikutnya dia udah balik lagi. Gak dibolehin berenang sama yang jaga. Karena memakai baju kaos biasa. Hah????!!!!! Lalu tujuh orang berwajah bloon sibuk menganalisis mengapa tidak diperbolehkannya berenang dengan baju kaos. Secara, tidak sampai dua bulan lalu, kami kesini, pake baju kaos dibolehin aja.
Huuuu.... kayaknya peraturannya diperketat. Ada ibu-ibu yang diusir dari kolam karena tidak pakai baju renang. Wow, berani juga beruang itu.
Beruang eh orang itu mendekati kami. Menyodorkan tanktop. Serentak kami menolak. Nehiiiiiii!!!! Itu tanktop sudah berapa juta orang yang pakai!!!
Eventually,, kami Cuma jongkok-jongkok bodoh di tepi kolam. Cuma ngeliatin orang berenang. Cuma ngeliatin. Hiks. Jauh-jauh datang, bayar lima belas ribu, Cuma buat ngeliatin orang berenang...
” beruang itu melihat kita. Sebentar lagi dia akan menerkam. Lihatlah kuku-kukunya....” hihihi,,, kami semua ketawa-ketawa ngeri mendengar kalimat Tari.
” udah, pulang yuk. Ngapain juga kita lama-lama disini.” entah siapa yang ngomong.
” kalau gitu, kita say goodbye dulu lah sama dia.” kataku. Hahaha...
” sekalian, kita minta poto bareng.” hahahaha....
Mungkin emakku memang tidak rela aku pergi ke waterboom. Memang, restu orang tua itu dahsyattt!!!!!!!!!
Aku benci liburan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Disaat anak liqo mau ke waterboom, aku tidak berduit. Satu rupiah pun tidak punya. Aku ngeri kalau membayangkan libur dua bulan tanpa uang satu rupiah pun. Hiiiiiii....
Akhirnya aku memantapkan hati kalau tidak bisa ikut ke waterboom bukan masalah besar. Aku mengobati diri dengan pergi les. Nyusul try out minggu lalu di NF. Aku gak datang. Sampai di NF.
” bang, kiki mau nyusul TO kemampuan dasar ”
” eeeee,,,, si kiki!!! Hasil TO-nya udah dikirim ke Jakarta!!! ”
” Haaaah????!!!!!!!!!!!!!!!!!! ” akhirnya aku minta juga soal itu. Karena tidak akan dikirimkan ke jakarta punyaku yang sebiji ini, aku malas-malasan ngerjainnya. Ujung-ujungnya malah ngobrol sama bang Indra. Mulai dari cerita masa lalunya waktu dia kuliah, kerja di Duri, punya anak, trus nikah. Maksudnya bang indra adopsi anak orang sebelum nikah. Sampai cerita kepahitan masa-masa awal nikahnya, saat tiada harta benda. Yang dia bawa hanya buku tiga kardus besar. Lalu bahagianya dia. Tentang pertolongan ALLAH. Tentang bersabar. Tentang bersyukur.
Hapeku bunyi.
” ki, ikut ke waterboom gk?” si Umi yang kirim SMS.
” kagak mi. Diriku tiada berduit. Walau hanya seuprit. Yaahh, mungkin ini adalah derita baru yang menerjang kehidupan”
”hahaha... emangnya bayar berapa buat masuk waterboom? Mahal bgt ya? Sampe sgitunya... ”
” 15 ribu mi. Liburan telah menghancurkan makna keindahan hidup, mi... ntarlah mi, mungkin bisa ngemis-ngemis dulu di rumah”
” eh ki, uang buat buku tahunan kan sisa tuh. Pake uang itu aja. Ntar aku bawain. ”
” huwaaaa...... umiiiiii,,, engkau telah memberikah secercah cahaya putih yang menerangi kehidupan... tengkyu mi... ”
Hapeku bunyi lagi. Si umi nelpon.
” ya, mi??? ”
”huwahahaha... kau ni, lebaiy minta ampun!!!! Biasa aja napa???!!! ”
” hehehe,, biasa aja kok mi.. ”
” ak... ”
Aku liat hapeku. Mati. Yaaaaaaaahhhhh.... aku minta izin bang Indra. Pulang!!!! Waterboom menunggu.
Di rumah, aku beres-beres. Sampai pada saatnya berangkat, aku baru ingat. Siapa yang mau ngantar ke sekolah????
Aku liat muka abangku. Dia lagi baca novel. Duuuhhh,,, aku takut, segan, ngeri juga. Akhirnya, setelah mendapatkan pandangan singa darinya, aku diantar ke sekolah. Cihuuiiyyyy!!!!!
Di sekolah.
Aku ketemu Ayu di gerbang. Dia sama Vida.
“ Yu, pake motor? “
“ pake apa lagi??? “
“ lah, anggun gak ikut? ”
” gak ”
”huwaaaaaaaaaaaa...... kiki nebeng siapa ni???? ”
Setelah menghabiskan pulsa sekitar lima ribu buat nyari tumpangan, aku menemukan Ai. Oohhh ai,, kaulah penyelamat jiwa...
Masalah selanjutnya muncul. Karena kukira anggun ikut. Dan rencananya aku mau nebeng anggun. Aku tidak bawa helm!!!!!
Rasanya aku memang tidak direstui ikut ke waterboom... hiks. Betapa malang nasib ini. Tiada berduit. Tiada berhelm.
” pak, rumah bapak dimana? ” aku tanya ke pak Edi. Yang dari tadi setia duduk tak jauh dari keributanku.
” waaahh,, jauh ”
” yahhhh..... pak, kalo pulang, musti pakai helm gak? ”
” oooo,, ndak. Wong ndak ada polisinya. ” asyiiiiiiiiikkk!!!!
” pak, boleh pinjam helmnya?” pak Edi dengan kebaikan hatinya langsung menjemput helmnya di perkiran. Alhamdulillah......
Di Waterboom...
Kayaknya Dian yang semangat buat berenang. Setelah buru-buru keluar ruang ganti, dua menit berikutnya dia udah balik lagi. Gak dibolehin berenang sama yang jaga. Karena memakai baju kaos biasa. Hah????!!!!! Lalu tujuh orang berwajah bloon sibuk menganalisis mengapa tidak diperbolehkannya berenang dengan baju kaos. Secara, tidak sampai dua bulan lalu, kami kesini, pake baju kaos dibolehin aja.
Huuuu.... kayaknya peraturannya diperketat. Ada ibu-ibu yang diusir dari kolam karena tidak pakai baju renang. Wow, berani juga beruang itu.
Beruang eh orang itu mendekati kami. Menyodorkan tanktop. Serentak kami menolak. Nehiiiiiii!!!! Itu tanktop sudah berapa juta orang yang pakai!!!
Eventually,, kami Cuma jongkok-jongkok bodoh di tepi kolam. Cuma ngeliatin orang berenang. Cuma ngeliatin. Hiks. Jauh-jauh datang, bayar lima belas ribu, Cuma buat ngeliatin orang berenang...
” beruang itu melihat kita. Sebentar lagi dia akan menerkam. Lihatlah kuku-kukunya....” hihihi,,, kami semua ketawa-ketawa ngeri mendengar kalimat Tari.
” udah, pulang yuk. Ngapain juga kita lama-lama disini.” entah siapa yang ngomong.
” kalau gitu, kita say goodbye dulu lah sama dia.” kataku. Hahaha...
” sekalian, kita minta poto bareng.” hahahaha....
Mungkin emakku memang tidak rela aku pergi ke waterboom. Memang, restu orang tua itu dahsyattt!!!!!!!!!
Komentar