Aku ingin...

Bismillah...
Sebenarnya aku ingin sekali menangis. Aku juga suka menangis, apabila ditemani hujan. Menangis saat hujan dalam malam terasa lebih menentramkan. Bahagia aku saat merasai setiap bulir-bulir air mata saat duduk di tepi jendela yang kubuka lebar. Ditemani tempias hujan. Tapi hujan tanpa petir. Karena petir itu menyilaukan. Sekan marah dan terkesan sombong. Seperti menyuruhku diam dari tangis yang menenangkan. Sedikit guruh tidak masalah. Guruh itu adalah analogi geramku dalam sedih. Rapuh tapi tak ingin berderai.


Aku sedang mengganti doaku. Tidak lagi agar aku lulus FK UNRI. Tapi aku ingin bahagia. Ingin sekali keluargaku bahagia. Aku ingin orang tuaku bahagia. Abangku bahagia. Kakakku juga bahagia.

Aku ingin seperti dulu. Saat ego masing-masing belum membumbung dan belum terpupuk. Tanpa sedikitpun rasa sombong apalagi angkuh. Juga dendam atau iri.

Aku ingin seperti dulu. Saat bercengkrama tanpa amarah. Tangisan diobati senyuman. Hingga lahirlah tawa. Tanpa sedikitpun jarak. Juga penuh maaf dan sayang.

Aku menyayangi keluargaku. Aku mengasihani keluargaku. Ingin sayang dan kasih itu tetap ada. Tak berubah.

Aku mencintai keluargaku. Ingin cinta itu tetap terikat. Tak berganti.

ALLAH-ku, dengan segala kelemahan diri, kerapuhan hati, aku mohon pada-MU.
Berilah kebahagiaan bagi keluargaku. Dunia akhirat. Amin.
Terimakasi ALLAH-ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukankah Kita Bersaudara?

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Jamuan Tamu