Bukan Sekedar

Warna itu perlahan berganti
Bukan bercampur, tapi ia menjadi baru
Namun tetap tersimpan warna asalnya
Tertoreh di sanubari, indah tak terganti

Warna itu perlahan berganti
Bukan pudar, juga tak berubah
Tapi disamarkan oleh coretan baru
Fase perubahan jalan kehidupan

Warna itu perlahan berganti
Bukannya ingin pergi, tapi hanya sedikit terjaraki
Karena hidup memaksa melangkah
Meninggalkan cerita indah, untuk kembali menjemputnya

Warna itu perlahan berganti
Tapi tak ditangisinya lambaian selamat jalan
Sedikitpun warna asalnya takkan lari
Apalagi menghapusnya dari hati

* ini dalam rangka perpisahan. walaupun interpretasi puisi itu tergantung perasaan dan daya bayang, daya ruang, kemampuan matematika, nilai try out,
apapun yang teman-teman tangkap dari puisi ini semoga tidak menimbulkan kekeliruan.
*kok aku sok serius gini..

yah, terserahlah.
itu puisi biasa.
tidak puitis.
artinya pun beda orang beda rasa.

o ya, kalau mau baca puisi tentang perpisahan lainnya, boleh di klik di link si hadie. lebih bagus.

Komentar

Assalamualaikum....


ki2...
so sweeeeeet s`x...
huhu!!
(nangis t`haru crta`a...hoho!!)


ki,,
buka blog tary,
mw mnta pndapat ni..



btw,
gmn c cara`a "bkin bagus" blog???
hoho,,
maklum,,bru bkiiin c...
;p
kiki ali mengatakan…
@ tariii :
huhu,, cintai dengan memberi,, so swiiit,, betapa indahnya tar...

yah,, blog ini awalnya jelek tar. standar ktsp aja gak lulus.

tapi, seiring berjalannya waktu,, hiks2,,
banyak yang nolongin,,
thanks all

Postingan populer dari blog ini

Bukankah Kita Bersaudara?

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Jamuan Tamu