Kenapa harus terlambat lagi???

Aku terlambat lagi. Aku ikut bimbel intensif SPMB. Di NF. Keterlambatanku yang untuk kesejuta milyar kali ini terjadi persis hari pertama masuk intensif. Persis hari pertama setelah orientasi pada hari sebelumnya. Orientasi itu jelas aku tidak terlambat. Karena tidak ada jadwalnya. Terserah mau datang jam berapa. Cuma liat jadwal, ngambil modul. Motivasi di BIP. Pulang.

Jadi, hari pertama masuk langsung disambut try out SPMB. Aku tau itu. Udah dikasi tau pas orientasi. Rencananya mau belajar dulu pagi sebelum try out. Tapi boro-boro. Bangun aja telat. Untungnya ada makhluk bernama Yurna di alam raya ini.

Assalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Membaca do`a sebelum makan. Bismillahirrohmanirrohim. Allohumma bariklana......

Hapeku bunyi. Ada yang nelpon. Ringtone suara ponakanku si Nisa yang degil tapi centil itu mengganggu tidurku. Masih jam delapan kurang sedikit.

Ehem,
Ehem,
Halo halo,
Halo, halo...
Ok.

”halo”
”ki, masuk jam berapa hari ni?”
”delapan tiga puluh, na ”
”oh. Ya udah. Makasih ya ki.”
”yup”

Akhirnya aku bangun juga. Setengah jam cukup bagiku untuk berkemas pergi sekolah. Biasanya. Tapi, ini ceritanya lain. Bukan pergi sekolah yang sudah jelas seragamnya. Aku bingung. Bajuku belum disetrika. Karena liburan. Jadi kan gak ada agenda pergi-pergi... tadinya...

Aku lari ke dapur.
” mak, baju blum di setrika? ”
” setrika lah ”
” eeee.... telambat dah. Tunggu. Cube tengok sini kejap.” mak ku berpaling.
” rok ni nampak tak belum disetrika? ”
” tak ”
” dah lah. Usah disetrika lagi. ”
” ya Alloh anak gadis aku... ”

Akhirnya aku ke NF. Dengan rok blum disetrika. Aku sampai di NF jam sembilan kurang sedikit. Pas masuk, kelas udah penuh aja. Semua sibuk ngerjain soal. Ada juga yang Cuma nyoret-nyoret meja. Seperti biasa, keributan kecil terjadi di setiap kedatangan siswa yang berasal dari sma 8. kami memang agak eksentrik aku rasa. Teman-temanku sibuk nyindir-nyindir keterlambatanku. Aku juga sibuk menjawab.
Tak lama, Yurna datang. Dalam keributannya, dia nanya.
” masuk jam berapa sih? ”
” jam delapan ” ini Ayu yang jawab.
Yurna terkejut. Lebih lagi aku. Yurna melirikku.
” kayaknya aku salah tempat deh nanya tadi pagi ”
” hehe... kirain delapan tiga puluh, na ” aku senyum sok innocent.
” aku nelpon tadi kiki baru bangun, kan? ”
” kok tau? Padahal udah tes halo-halo dulu ”
” ya ketahuanlah... ”
Aku telah menjadi penyebab keterlambatan orang lain. Biasanya, kalau terlambat aku tidak menerlambatkan orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukankah Kita Bersaudara?

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Jamuan Tamu