Aku Perlu Asisten Pribadi!!!

Semoga aku berbakat menjadi gubernur Riau mendatang. Aku mendapat ilham ini sejak dua hari lalu dalam dua peristiwa besar yang beruntun. Dan aku menyimpulkan profesi yang paling sesuai dengan kejadian itu adalah gubri.

Inspirasi terbesar: UP Kimia dan UP Fisika.
UP Kimia.

Aku sudah sampai di sekolah sejak pagi buta -maksudku persis saat bel-. Berniat secepat mungkin ke kelas. Karena aku sedikitpun tidak tahu, apa jadwal ujianku hari ini. Ini biasa terjadi padaku*.
Tapi aku bertemu bu Ayu di koridor dekat perpus. Sebagai siswi dan bu guru yang punya ikatan kuat akibat jadwal remedial masa lalu, kami mengobrol dulu. Berniat sebentar saja. Lagipula masih jam 7 kan.* Lagipula aku tidak yakin ujian praktek akan langsung dimulai jam 7 tepat**. Dan kebetulan, bu Ayu tidak ada jadwal ngajar pagi, akhirnya mengalirlah segala kerinduan yang membuncah di hati masing-masing. Obrolan mulai seputar UN, kuliah, buku baru, novel bagus, software translete terbaru, study tour, yang ujung-ujungnya minajm laptop. Tadinya bu Ayu mau ngasi, tapi aku segan. Maksudnya segan untuk tidak menolak. Kami akhirnya berpisah. Benar-benar pertemuan yang mengesankan.
Aku melangkah santai ke kelas. Dari jauh, darahku berdesir. Kelasku sepi. Biasanya ritual pagi kelasku benar-benar mencolok. Mulai dari yang nyapu, ngepel, ngelap kaca, nyiram bunga, juga nyabutin rumput dan mangkas tanaman. Kelas lainnya, lebih memilih duduk-duduk di koridor depan kelas. Ini bukan berarti kami anak baik satu sekolahan. Tapi, karena wali kelas kami yang bertanggung jawab dan tidak pernah absen menjenguk kelas setiap pagi.
Aku meneriaki Aga dari jauh. Dia duduk di depan kelas ipa 2.
“Ga, anak ipa 3 mana?”
“ Y ampun, ki... udah di lab kimia kali. Udah dari tadiiiii.... ”
Kimia? Sudah dimulai??? Mana jadwalnya??? *
Oh tidak. Tidaaaaaakkk!!! Aku cemas? Jelas. Tapi aku juga takjub sama Aga. Ternyata dia tidak gemulai seperti yang digembar-gemborkan orang.. Maksudku tidak ekstrim.
Aku mengejar lab Kimia dengan napas terengah-engah. Aku merasa kehilangan berjuta-juta ATP karena berlari sejauh dua puluh meter di pagi buta jam 7.30. Pengereman mendadakku tidak sukses. Aku manahan kelajuan lariku dengan bertumpu pada tiang pintu lab. Baru saja masuk satu langkah, aku diusir.
DIUSIR!!!
D – I – U – S – I – R ! ! !
Ternyata terlambat setengah jam adalah hal besar dalam hidup.**
Dalam napas yang belum teratur, aku memandang mata bu Wina dengan tatapan mengiba dan ekspresi penyesalan mendalam paling buruk seumur hidupku.
” Baju lab dipakai dulu!! ” oh Tuhan, ternyata hidup ini indah. Terimakasih.


Fisika.

Lagi-lagi aku tidak tahu jadwal ujianku.*
Yang aku ingat, hari ini ada rapat angkatan. Tentang perpisahan. Juga ada UP Fisika. Cuma, aku tidak tahu menahu jadwal UP Fisika*. Tapi, rapat angkatan mulai jam 7.15 aku tau itu. Setiap pojok dan tiang apapun yang ada di sekolah ditempeli oleh pengumuman rapat angkatan ini. Karena rapat ini, aku menyimpulkan kalau UP Fisika jadwalnya setelah rapat**. Aku sudah mau berangkat ke sekolah jam 7.30. Merasa acara-acara tidak formal seperti rapat biasanya ngaret mengerikan*. Tapi, ditambah sarapan, dan cerita-cerita sedikit dengan emakku, aku akhirnya selesai jam 8. menjelang berangkat, aku nelpon Ai. Kalau-kalau rapatnya sudah mulai, aku minta tolong booking kursi. Dan dua orang lemot dan sotoy terlibat percakapan bodoh.
Aku : ”Ai, dimana? ”
Si Ai : ” sekolah. Kiki dimana? ”
A : ”oohh,,, di sekolah... ”
SA : ”di skeolah? Napa gak masuk?”
A : ” ngg?????? ” trus kami sama-sama sibuk ber-ngggg ria. Akhirnya aku yang cerdas ini memutus kebodohan kami berdua.
A : “ rapat angkatan kan, Ai??? ”
SA : ” praktek Fisikaaaa!!!! ”
A : ” wattt???? Dimana? ”
SA : ” dimana?!! ”
A : ” masih di rumah ”
SA : “ nggg.... “
A : “ udah lama, Ai? ”
SA : “ udah percobaan yang kedua!!!! ”
A : ” haaa???? Ya udah. Ki berangkat sekarang. ”
SA : ” jadi masi di rumah?!!!! “
A : “ eh Ai. Pakai baju bebas? ”
SA : “ BAJU MELAYUUUUUUU!!!!!!!! “
Aku buru-buru berkemas, untuk kedua kalinya. Tadinya aku mengira untuk ikut rapat angkatan tidak perlu pakai seragam.
Aku sampai di skeolah. Menjelang ke lab Fisika, aku lewat di depan KI. Ternyata rapat angkatan di lapangan depan KI. Dalam lariku yang berkecepatan suara, aku dipanggil-panggil teman-temanku. Anak kelas lain. Aku tidak sempat meladeni mereka. Aku teriak ” praktek FISIKAAAA” sambil lari-lari nyaris nambar pohon Belimbing. Setting kejadian ini benar-benar buruk!
Untungnya aku tidak diusir. Pak Rudi tidak melihatku masuk, maksudku.
” pagiiiii ” Ramon ini memang hobi sekali menjahiliku.
Pak Rudi tidak segera mengenali makhluk aneh yang nyusup ke lab. Padahal jilbab anak-anak kelas yang tadinya putih semua, sekarang ada yang berubah biru. Ternyata perihal jilbab biru nyasar ini tidak menyadarkan pak Rudi. Akhirnya, makhluk berjilbab biru yang terlambat masuk ini mengaku.
” bapaaak.... saya telaaat....”
Pak Rudi cuma senyum sambil ngangguk-ngangguk.
~!@#$%^&*()_+|}{”:?><
Ngggggg????????
Aku bingung.

* alasan mengapa aku perlu asisten
Paling tidak ada yang mengingatkanku kalau aku sudah kelamaan ngobrol. Ada yang sms aku malam sebelum ujian-ujian dengan jadwal yang jelas.
** bukti kalau aku terlalu polos dan bodoh menilai sesuatu

Komentar

Anonim mengatakan…
smoga kbiasaan tlatmu ilang wktu kuliah ntar.
kn brabe,,
tak ada drku yg bkl mngingatkanmu qii,,
;p

oi kii,,
kirimlah komen k multiply ai,,
dkau kan dh pny multiply,,
=)
Rizki Nur Jannah mengatakan…
kq bsa sih kii??
hehehe.. aneh2 aja..
kiki ali mengatakan…
@ tem-tem: tengkyuh ya...
doa2nya.
semoga terkabul.
amin..

Postingan populer dari blog ini

Bukankah Kita Bersaudara?

Ada yang Mau Ngucapin Tahniah*???

Jamuan Tamu